Social Icons

Pages

Kamis, 26 September 2013

Tata Cara Wudhu dan Sunnah Wudhu

Habib Munzir Almusawa - Tata Cara Wudhu yang benar dan Sah

Saudaraku yg kumuliakan,
cara wudhu yg benar dan sah, saya sebutkan yg fardhu saja, jika dengan sunnahnya sangat banyak.
1. niat saat membasuh muka

2.membasuh muka yaitu mulai dari ujung pipi yg tersambung pd telinga kiri dan kanan, dan mulai ujung dahi atas tempat awal tumbuhnya rambut sampai bawah dagu. wajibnya adalah 1x, sunnahnya 3x.
3. membasuh tangan kanan lalu kiri dari ujung jari hingga siku, sunnahnya dilebihkan sedikit diatas siku 1x sunnahnya 3x
4. membasuh kepala 1x walau hanya beberapa helai rambut, sunnahnya seluruh rambut.
5. membasuh kedua kaki mulai mata kaki hingga ujung kaki.1x sunnahnya 3x.
6. tertib, yaitu mengikuti aturannya dan jangan mendahlukan suatu anggota tubuh kecuali menurut urutan diatas.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&catid=8&id=24230

----------------------------------------------------------------------------

# Habib Munzir Almusawa - Sunnah2 Wudhu

Saudaraku yg kumuliakan,
wudhu yg disunnahkan adalah sbgbr :

sunnah duduk, sunnah menghadap kiblat, sunnah menutup aurat, sunnah tidak di toilet, sunnah bersiwak sebelumnya, lalu sunnah meniga kalikan setiap anggota wudhu, lalu sunnah melebihkan sentuhan air wudhu di sekitar wajah, dan saat membasuh tangan sunnah melebihkannya sampai pertengahan antara siku dan punggung, dan sunnah melebihkan saat membasuh kaki sampai membasahi antara lutut dan mata kaki, lalu sunnah setelah membasuh tangan sunnah berkumur, lalu sunnah memasukkan air kehidung dan mengeluarkannya, lalu wajib niat wudhu sambil membasiuh wajah, lalu wajib membasuh kedua tangan hingga siku, lalu wajib membasuh kepala walau sebagian bahkan walau hanya beberapa helai rambut, namun sunnah menyeluruhkan rambut dg air, lalu sunnah membasuh kedua telinga, lalu sunnah membasahi pundak yaitu leher bagian belakang, lalu wajib membasuh kaki, lalu wajib melakukannya berurutan.

demikian secara ringkasnya, lalu sunnah lainnya adalah berdoa pada setiap gerakan wudhunya dg doa yg diajarkan nabi saw, dan berdoa setelah selesai wudhu, dan sunnah shalat sunnah wudhu sesudahnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=9&id=26532

Seputar Pertanyaan tentang shalat wajib

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
habib saya maw bertanya seputar dengan shalat wajib:
1. Apakah merapatkan paha atau mata kaki pada saat sujud merupakan sunnah?

2. pada saat bagaimana membaca audzubillaahiminasyaitannirrajim dalam salat
wajib yang disunnahkan. apakah sesudah membaca doa iftitah apakah sebelum sholat atau pada saat apa?

3. apakah membaca bismillah termasuk sunnah bagaimana jika dilakukan terus menerus?

4. apakah mengusap muka sehabis shalat termasuk sunnah?

5. Pada saat yang bagimana telunjuk diacungkan pada saat tahiyat awal atau akhir apakah boleh diacungkan semenjak awal tanpa menunggu kalimat lailaahalilallah

6. apakah melihat telunjuk pada saat telunjuk diacungkan pada tahiyat hingga selesai tahiyat termasuk sunnah?


Habib Munzir Almusawa

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. sunnah merenggangkannya, demikian dalam madzhab syafii.

2. sebelum basmalah fatihah.

3. wajib membaca basmalah diawal fatihah, sunnah dibaca megawali surat, dan tidak disunnahkan pada wkt lainnya dalam shalat, demikian dalam madzhab syafii

4. Hadits shahih Dari Ibn Sunni Riwayat Anas ra, bahwa Rasul saw bila selesai dari shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya, lalu berkata : ?Asyhadu an Laa ilaah illallahu Arrahmaanurrahiim, Allahumma Idzhib ?anniy alhammu walhazn?. (Al Adzkar Imam Nawawi hal.69)

5 dan 6. Menunjukkan jari telunjuk saat tahiyyat merupakan sunnah Rasul saw, demikian diriwayatkan dalam shahih Muslim, lalu dijelaskan bahwa khilaf antara empat Imam
Madzhab mengenai caranya sbg br :

Menurut Imam Malik, jari telunjuk digerakkan kekiri dan kekanan.

Menurut Imam Syafii jari telunjuk menunjuk saat ucapan ILLALLAH, dan tidak menggerak2kannya

Menurut Imam Hanafi mengangkat jari telunjuk saat ucapan LAA ILAAHA, lalu menjatuhkannya sejajar lurus saat ucapan ILLALLAH

Menurut Imam Hanbali bahwa telunjuk menunjuk setiap mengucapkan lafadz Allah. (Syarh Ibanatul Ahkam ? hal 435/436)

Kedua riwayat, yaitu menggerak2kan jari telunjuk dan tak menggerak2kannya merupakan kabar yg shahih menurut Imam Baihaqi, namun tidak menggerak2kannya merupakan hal yg lebih mantap utk khusyu. (Syarh Imam Al Baijuri ? Ahkam shalat hal 255).
Menggerakkan jari jari tidak membatalkan shalat, demikian ittifaq 4 madzhab.

yg membatalkan adalah menggerakkan tangan, kaki, kepala, siku, lutut dll (selain jari jari) dengan tiga kali gerakan yg berturut turut. Dan tidak membatalkan bila tidak berturut turut.dan tidak membatalkan shalat bila gerakan itu untuk ibadah, misalnya emengambil alqur?an, atau menyingkirkan anak kecil, atau binatang buas, dlsb dari gerakan gerakan yg darurat. (Syarh Imam Al Baijuri hal 256)

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=17387

Kamis, 12 September 2013

Agar Khusyu Dalam Sholat



Habib Munzir Almusawa - Agar Khusyu Dalam Sholat

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
Selamat datang di ajang para pecinta Rasulullah saw didunia maya..
1. Khusyuk adalah suatu kemuliaan yg ada awalnya namun tiada pernah ada akhirnya, dan awal dari khusyuk adalah konsentrasi pada Allah swt atau apa apa yg mengingatkan kita pada Allah, apakah neraka, sorga, kematian, kemuliaan alam, atau apa saja dafri lintasan pemikiran yg mengarah pada Allah semata

lalu tingkatan khusyuk yg lebih tinggi adalah konsentrasi pada makna apa apa yg kita ucapkan dalam bacaan shalat itu, dan tingkatan lebih tinggi lagi adalah tenggelam dalam makna makna itu dengan melupakan seluruh pemikiran yg lainnya,

lalu tingkat selanjutnya adalah sirnanya seluruh nama, seluruh pemikiran, seluruh warna dan bentuk, seluruh keinginan, kesedihan dan kegembiraan dan semua keduniawian, yg ada hanyalah hamba yg sedang berhadapan dengan Pencipta Nya swt, ia merasa tak ada alam semesta, hanya berdua dg Allah semata, dan lalu tingkatan khusyuk makin meningkat dan meningkat..

2. sebagian ulama berpendapat demikian, namun bukan mustahil orang menemukan khusyuknya ditengah atau di akhir shalat,

3. salah satu caranya adalah dimulai dengan saat berwudhu, jangan berbicara dg siapapun saat berwudhu, tenanglah saat berwudhu, hadirkan hati anda untuk menyucikan jiwa dan raga dg mutiara dan berlian yg diciptakan Allah untuk bersuci yaitu air,

dan adapula teriwayatkan doa doa dalam berwudhu, bila tidak hafal maka usahakanlah hati terus berdoa dalam wudhu, terus bermunajat, mensucikan nama Allah dan memuji Allah dg berbagai kenikmatan, lalu berdoalah lagi selepas wudhu, lalu masuklah dalam shalat dan usahakan jangan bercanda, jangan berbicara dg siapapun kecuali seperlunya saja, dan bila ada pakailah siwak, asesoris shalat lainnya, minyak wangi bila ada, sajadah, dan hal hal yg bersifat religius lainnya yg menambah kekhsuyuan dan konsentrasi kita, lalu mulailah shalat, dengan menafikan dan melupakan segala pemikiran, runtuhkan semua nama dan pemikiran, tinggalkan semuanya, sisakan Nama Nya yg Maha Tunggal..

ingatlah anda akan terbujur kaku, diusung dan dishalatkan dg berkafan putih semata, dan ditanamkan di kuburan dan ditimbun sendiri, bayangkan tubuh anda diusung oleh teman teman dan keluarga yg menangisi anda untuk diantar kepemakaman, tanah yg basah dan ditinggalkan sendiri… maka bertakbiratul ihram lah.. mulailah shalat, anda akan menemukan kemudahan untuk terus asyik berduaan dg Allah swt, teruslah asyik dalam rukuk dan sujud, ingatlah bahwa nanti pun anda akan berduaan dengan Nya swt saja, tanpa ditemani seluruh kekasih ataupun musuh, jadikanlah Dia swt sebagai kekasih..

nah.. umumnya kemuliaan khusyuk dicapai dg yg demikian ini..

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt selalu,

Wallahu a’lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=5113〈%3Did#5113

Senin, 02 September 2013

Khitbah/Tunangan

ventura1982


Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Habib Munzir yang saya mulyakan

Ana mau tanya mengenai tata cara seorang laki² untuk mengkhitbah seorang perempuan
1. apakah sebelumnya harus ta'aruf dulu, apabila harus ta'aruf apakah dengan perempuan itu atau dengan walinya/orang tuanya ?

2. dalam prosesi ta'aruf apakah laki² boleh melihat wajah perempuannya?bila boleh sebatas apa melihatnya & apa hukumnya ?

3. apabila sudah melihat satu sama lain antara laki dan perempuan, apakah boleh membatalkan proses khitbah itu karena mungkin tidak cocok atau kurang sreg ? sebab ada tradisi di pondok pesantren adalah bila sudah lulus maka gurunya akan menjodohkan antara santri laki² dan santri permpuannya.
Dan kadang biasanya sebenernya santri itu kurang suka dengan pilihan gurunya, tapi karena itu pilihan guru maka dia terima karena dia tadzim pada gurunya, apakah sebenernya kita boleh menolak permintaan guru dalam hal persoalan ini ?

Mohon penjelasan dari Habib, Jazzakumulloh

Wassalam

Hartono - Mangga Besar XIII

Habib Munzir AlMusawa

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan dan cahaya keluhuran Nya swt semoga selalu tercurah pada anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
1. Khitbah hukumnya sunnah dan tidak mempengaruhi sah atau tidaknya akad nikah.
sebaiknya ta'aruf dengan keluarganya dulu, ayah, kakak demi menjajaki calon istri sebelum hati tertuju untuk melamarnya.

karena kita mengenal seseorang jauh lebih mendalam dan leluasa bila mendengar dari keluarganya atau temannya dibanding dari wanita itu sendiri.
setelah kesimpulannya cocok maka barulah melamar

ta'aruf diperbolehkan selama tak melanggar norma syariah.

2. diperbolehkan melihat wajah dan kedua telapak tangannya dan ada pendapat memperbolehkan melihat betisnya.

3. pembatalan ini makruh syiddatil karaahah (makruh dengan sangat makruh) sebagaian ulama mengatakannya haram, kecuali bila terlihat aib aib yg sangat buruk pada wanita itu, misalnya buta, atau cacat mental atau cacat tubuh.

sebab ketika seseorang sudah melihat lalu batal, maka semua lelaki lain akan mundur, mengapa?, pastilah wanita itu buruk, kok bisanya sudah lihat malah mundur, maka hal itu menjadi pelecehan bagi si wanita dan menjatuhkan kehormatannya dan keluarganya, maka sebagian ulama mengatakannya haram, sebagian mengatakan sangat makruh.

jalan tengah dari ini adalah melihat fotonya saja, atau melihat dari waktu lain diluar saat hendak melamar, maka waktunya non resmi, hingga tak membuat munculnya syak wasangka pada masyarakat.

demikian saudaraku yg kumuliakan.,

wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=3930&catid=8

Minggu, 25 Agustus 2013

Sunah2 Akad Nikah

ard14nsyah


Assalamu'alaikum Wr.Wb

Limpahan rahmat dan ampunan dosa semoga selalu Habibana terima dan juga kepada seluruh jamaah majelis Rasulullah dan umat Islam......

Bib saya mau bertanya,,,,
1. Sunnah apa saja yang harus dilakukan sebelum akad nikah, pada saat akad nikah, n Setelah akad nikah,,,,,

Karena saya ingin sekali Mengawali kehidupan berkeluarga saya nanti dengan Sunnah Rasulullah..... mohon penjelasan yang lengkap Bib,,,,,kalau boleh beserta hadist,,,jadi Insya Allah saya dapat mengamalkannya kepada lingkungan sekitar saya....

serta Doanya Bib......saya tunggu..

Terima Kasih

Wassalamu'alaikum Wr.Wb


Habib Munzir Almusawa

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kemuliaan Sunnah Muhammad saw semoga menerangi kehidupan anda,

saudaraku yg kumuliakan, saya tak dapat menuliskan banyak tentang sunnah sunnah dalam pernikahan, sebelumnya dan sesudahnya,

namun salah satu kunci utama adalah Niat menikah adalah untuk melakukan, mensyiarkan, dan menegakkan sunnah Muhammad saw .
sunnah2 lainnya diantaranya :

mengajukan lamaran,

menentukan mahar yg tidak terlalu mahal, karena seberkah berkah mahar adalah yg terkecil, berbeda dengan hadiah, boleh yg termewah sekalipun, namun mahar akad nikah sunnahnya adalah yg terkecil.

sunnah melihat calon istri

sunnah ketika masuk ke kamar pengantin setelah akad nikah untuk berdoa dan melakukan shalat sunnah 2 rakaat di kamar pengantin

sunnah berjumpa dengannya dan seranjang di malam pertama,

sunnah bersetubuh dibawah selimut

sunnah membuat perayaan/ jamuan pernikahan

sunnah berta'awwudz sebelum berjima,

dan masih banyak sunnah sunnah lainnya dalam menikah barangkali anda dapat melihat bukunya yg sudah banyak beredar berupa tuntunan sunnah sunnah dalam menikah,

wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=1877&catid=9

Masalah Sanad

WIDAYAT


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga limpahan rahmat selalu menaungi Habib dan Keluarga, berikut umat Islam yang menciantai Nabinya, dan semoga Habib cepat diberi kesembuhan dan digantikannya sakit yang diderita Habib ini dengan kasih sayang Allah SWT,

1. Mau tanya tentang pentingnya sanad bagi umat Islam yang ingin menuntut ilmu dan apa landasannya tentang pentingnya sanad ini, begitu juga bagaimana pendapat para Imam, Hafidz dan Muhaditsin tentang pentingnya sanad ini?

2. Ilmu2 agama yang sekarang ada ini tentunya akan mustahil bila tidak ada buku2 karangan para Imam, Hafids dan Muhaditsin, dan bagaimana kita memposisikan buku2 tersebut dengan sanad?

3. Bagiamana cara mengatasi kegalauan hati, di saat kita menemukan masalah agama, dan di saat itu pula kita ragu ("kira2 benar apa salah ini ya"), yang tentunya masih memerlukan pembahasan yang lebih intersif untuk menemukan kepastian hukumnya?

Habib Munzir Almusawa

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Cahaya keindahan Nya swt semoga selalu menerangi jiwa dan hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
terimakasih atas doanya,
1. Berkata Imam Syafii : "Tiada ilmu tanpa sanad",

berkata pula AL Hafidh Imam Attsauri : "Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak memiliki senjata, maka dengan apa kau membela diri?".

berkata Imam Ibnul Mubarak rahimahullah : penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yg ingin naik ke atap rumah tanpa tangga"

berkata pula Imam Syafii : "penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan pencari kayu bakar yg mencari kau bakar ditengah malam, yg ia membawa tali pengikatnya adalah ular berbisa dan ia tak tahu"
(Faidhul Qadir Juz 1 hal 433)


dan masih banyak lagi, dan merupakan hal yg baku diantara para Muhadditsin bahwa mereka tak mengakui suatu ajaran/tuntunan ibadah dari seseorang ustaz/guru/ulama kecuali orang itu mempunyai sanadnya.

namun saudaraku, hal semacam ini tidak perlu dirisaukan untuk kita, karena ahlussunnah waljamaah telah mempunyai sanad dalam segala perbuatannya, ziarah, tawassul, istighatsah, tabarruk, maulid, tahlilan dlsb ini ada sanadnya, bersambung kepada Rasul saw, atau pada sahabat, atau pada para Muhadditsin, oleh sebab itu tak perlu risau.

semua guru guru/ustaz / ulama / kyai yg mengajarkan hal yg sama secara umum, dalam fiqihnya yg bermadzhab syafii, dalam masalah furu'iyah dll walaupun mereka mungkin ada yg tak mempunya sanad, namun apa yg mereka ajarkan itu sama, dan itu sudah cukup, karena perbuatan2 itu berlandaskan sanad.

yg mesti dirisaukan adalah ajaran baru semacam wahabii, syiah dan ajaran aneh lainnya ini, mereka tak punya sanad, hanya fatwa fatwa akal dan logika yg menyesatkan ummat,

maka disinilah senjata kita, maka oleh sebab itu saya selalu membahas dan mensyiarkan masalah sanad ini, agar ummat tidak tertipu kepada para penipu syariah itu, kembalilah pada bimbingan yg mempunyai sanad, jangan menuruti mereka yg sanadnya putus, karena sanad pada Buku tak diakui dalam syariah.

kita ahlussunnah waljamaah mempunyai sanad dan guru guru yg jelas sampai pada Nabi Muhammad saw dan para sahabat dan para Muhadditsin.

2. Buku menjadi rujukan, namun kita tak berguru pada buku,
kita membaca dibuku, muncul masalah aneh yg diluar pengetahuan kita maka kita bertanya pada guru yg mempunyai sanad, guru yg berfatwa bukan dari fatwanya, tapi dari gurunya lagi, demikian hingga kepada ujung sanad,

misalnya begini, saya membaca shahih Bukhari, saya pun belajar shahih Bukhari pada guru saya, lalu saya menemukan masalah yg aneh yg saya temui di Shahih Bukhari, maka saya tidak merujuk pada pendapat sendiri, saya bertanya pada guru saya, karena guru saya mempunyai sanad hingga Imam Bukhari, dan beliau lebih luas pemahamannya dari saya tentunya tentang pernak pernik dalam shahih Bukhari,

mengapa saya bertanya pada guru yg mempunyai sanad kepada Imam Bukhari?,

bila anda bertanya, siapakah yg paling tahu mengenai penjelasan shahih Bukhari?, tantunya yg paling tahu adalah murid murid Imam Bukhari, yg langsung mendapatkan pengajaran buku itu dari Imam Bukhari,

nah.. lalu pada generasi selanjutnya, siapa yg paling tahu tentang shahih Bukhari?, tentunya orang orang yg berguru langsung kepada murid Imam Bukhari,

demikian selanjutnya sanad itu hingga kini, tak ada orang lebih tahu makna shahih Bukhari selain orang yg mempunyai sanad pada Imam Bukhari,karena ialah pewaris makna tersebut dari guru gurunya.

demikian pula sanad Imam syafii, demikian sanad Imam nawawi, demikian sanad parsa Muhadditsin lainnya, bahkan kita memiliki sanad hingga Rasulullah saw.

tentunya boleh saja membaca kitab dan buku, namun kita mempunyai sanad guru, bila terbentur dalam masalah, maka segera kita rujuk pada guru yg mempunyai sanad pada penulis buku tersebut, maka kita tidak tersesat, walaupun pemahaman kita terhadap syariah terbatas, namun kita tak akan tersesat karena dibimbing oleh guru.

3. tentunya kita merujuk pada guru, guru yg mempunyai banyak sanad, guru yg shalih dan mengamalkan ilmunya, ikutilah mereka, karena mengikuti mereka kita tak akan tersesat.

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=4&func=view&id=5770&catid=9

Jumat, 23 Agustus 2013

Amalan Agar Berjumpa Rasulullah dalam Mimpi..



Habib Munzir AlMusawa - Amalan Agar Berjumpa Rasulullah dalam Mimpi..

mengenai berjumpa dg Rasul saw adalah dg merindukan beliau saw dan memperbanyak amalan sunnah semampunya, dan memperbanyak shalawat, beliau saw mencintai kita dan memperhatikan kita lebih dari ayah bunda kita, beliau saw adalah ayah ruh bagi semua ummatnya, maka ruh kita tetap mudah berhubungan dengan ruh beliau saw, lewat mimpi misalnya, nah.. perkuat hubungan ruh anda dengan ruh beliau saw dengan shalawat ini :

"Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa 'ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur" (wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur).

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=8266&catid=9

banyak shalawat dan doa yg diajarkan para ulama kita untuk berjumpa dg Rasul saw dalam tidur, namun saya ajarkan yg paling cepat membuat anda jumpa dg Rasul saw, perbanyaklah amal sumnnah beliau saw, cintailah beliau saw, rindukanlah beliau saw, bayangkan betapa indahnya beliau saw dan betapa ramahnya,

lalu saat anda tidur usahakanlah terus merindukan jumpa dg beliau saw, biarkan tetesan airmata anda membasahi pipi saat tidur, sambil mengucap salam pada beliau saw : Assalamualaika Ayyuhannabiyyu warahmatullah wabarakatuh. teruslah ulang2 kalimat ini sambil menuju terlelap,

Insya Allah kurang dari satu bulan anda sudah melihat bayangan beliau saw dan atau berjumpa dg beliau saw

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=9&id=26668
 
Blogger Templates