Social Icons

Pages

Selasa, 29 Oktober 2013

Minyak Wangi Alkohol



Habib Munzir Almusawa - Minyak Wangi Alkohol

Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai hal ini merupakan khilaf ulama yaitu minyak wangi alkohol.

sebagian berpendapat wewangian itu najis karena mengandung alkohol,
namun pendapat lain mengatakan bahwa minyak wangi alkohol itu suci karena bukan dibuat dengan tujuan untuk arak, sebagaimana cuka yg proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan alkohol,

karena proses pembuatan alkohol (Takhmiriyah) adalah buah2an yg dipendam hingga berubah menjadi basi dan asam hingga bertambah menjadi dua kali lipat banyaknya, lalu kemudian akan kembali berkurang dan kembali ke jumlah asalnya,

maka proses bertambahnya hingga memuncak, hingga kembali berkurang, itulah arak yg memabukkan,

dan bila ia telah kembali pada jumlah semula maka itulah cuka, tidak lagi memabukkan, hukumnya suci dan tidak najis,

masalah :
seseorang yg bermaksud membuat cuka (bukan bermaksud membuat arak), namun cuka nya belum masak dan masih berupa arak, maka hukumnya tidak najis karena dibuat bukan untuk arak., walaupun ia menjadi arak yg memabukkan jika diminum, namun hukumnya tidak najis, namun haram jika diminum dan mabuk.

seseorang yg membuat arak namun terlalu lama memprosesnya hingga telah menjadi cuka, najis hukumnya karena ia ia membuatnya bukan untuk cuka tapi untuk arak.

nah.. mengenai pendapat yg menganggap tidak najisnya minyak wangi yg ber alkohol maka mereka menganggap bahwa alkohol itu dibuat bukan untuk diminum, tapi memang pabrik membuatnya untuk campuran minyak wangi, atau obat, bukan untuk arak yg dikonsumsi para pemabuk, karena jika diminum tidak memabukkan tapi akan mematikan, karena sudah berupa racun,

dan saya telah mendapat jawaban dari guru saya Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh bahwa minyak wangi yg bercampurkan alkohol itu boleh digunakan selama kandungan alkoholnya tidak mencapai 50%. dan memang belum pernah saya dengar ada minyak wangi yg kandungan alkoholnya mencapai itu, karena alkohol hanya digunakan untuk mendorong minyak wangi agar bisa disemprotkan dari botolnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=9283&catid=9

Senin, 28 Oktober 2013

Imam Mahdi

 
Habib Munzir Almusawa - Imam Mahdi

Saudaraku yg kumuliakan,
dalam banyak hadits dijelaskan bahwa Imam Mahdi muncul dari Ashfahan, namun tentunya kekuasaannya akan sampai ke Nusantara ini, dan tidak mustahil jika Imam Mahdi akan datang ke Nusantara ini karena ini adalah Negara Muslimin terbesar didunia, dan para pendukung Imam Mahdi akan bermunculan di Nusantara ini,

dan para pendukung Imam Mahdi itu tentunya berjiwa Almahdiy, bersemangat dg Ruh Almahdiy, berjuang demi Panji Almahdiy.
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&catid=9&id=12146

mengenai imam mahdi, beliau belum diketahui apakah sudah lahir atau belum, karena seluruh imam ahlulbait ahlussunnah waljamaah menolak keberadaan imam mahdi sudah lahir sejak masa lalu, imam mahdi lahir seperti manusia biasa, dg usia manusia biasa, bukan seperti nabi isa as yg diangkat ke langit hingga diturunkan kelak untuk membatu imam mahdi membunuh dajjal

ayat alqur'an dan hadits hadits shahih atau fatwa ulama ahlul bait yg berpegang pd ahlussunnah waljamaah dan Thariqah Alawiyyah tidak satupun membenarkan imam mahdi sudah lahir dari masa lalu.

mungkin kini sudah lahir atau dewasa, namun tak ada pendpat yg bisa dipakai rujukan kecuali saat ia muncul dan berkhutbah di musim haji di medan arafah.

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=26930&catid=9

Saudaraku yg kumuliakan,
berikut tanggapan dari para Mufassir dan Muhaddits mengenai Al Mahdiy
1. Almahdiy adalah dari keturunan Rasul saw, mengenai hadits shahih yg mengatakan bahwa Almahdiy adalah Isa bin Maryam as adalah hadits Munqathi', hadits yg mengatakan Almahdiy adalah dari Keturunan Rasul saw Ashahhu (lebih shahih), (Tafsir Imam Qurtubiy Juz 8 hal 122)

2. Bila kebangkitan ALmahdiy, maka ia akan menundukkan Qastantiniyyah (Konstantinopel) dan mengalahkan mereka. (Tafsir Imam Attabari juz 1501)

3. Almahdiy bahwa ia bernama Muhammad dan nama ayahnya adalah nama ayah nabi Muhammad saw (Abdullah), maka namanya adalah Muhammad bin Abdullah, ia akan memenuhi penduduk bumi dengan keadilan, dan Almahdiy itu bukan yg dinanti nanti sebagaimana dinantikan kaum Rafidhah yg menantikannya keluar dari dalam goa, hal ini adalah pemahaman batil, sebagaimana pemahaman kaum syiah dg keyakinan mengenai 12 imam. (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 2hal 33)

4. demikian pula diriwayatkan dalam Shahih Ibn Hibban hadits no.6823

5. Sabda Rasul saw : "Tak akan dating hari kiamat, sampau permukaan bumi dikuasai oleh seorang lelaki dari Ahlulbaitku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahnya, maka ia memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran" (Shahih Ibn Hibban hadits no.6824)

6. Mahdi di bai'at antara Rukun dan Maqam Ibrahim (di Masjidil Haram Makkah) Shahih Ibn Hibban hadts no.6827.

7. akan terangkat pasukan membawa bendera hitam dari Timur lalu memerangi kalian (orang orang kufar) dengan kekuatan tempur yg sangat dahsyat dan tak terkalahkan, bila kalian menjumpainya maka Bai'at lah ia (Bai'at=sumpah setia), walaupun harus dengan merangkak diatas salju, (walaupun sulit untuk membai'atnya berusahalah sekuat tenaga), sungguh ia itu Khalifatullah Almahdiy". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8433).

8. bila kalian melihat keluarnya pasukan membawa Bendera hitam dari Khurasan, maka datangilah walau dg merangkak, sungguh dalam pasukan itu terdapat Khalifatullah Almahdiy". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8531).

9. sabda Rasul saw : ".., Dan bahwa Almahdiy yg akan memenuhi Bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejariman, maka akan amanlah hewan hewan dan binatang buas, dan permukaan Bumi memuntahkan simpanan dari hatinya". Maka aku bertanya : apakah muntahan bumi berupa pendaman hatinya?, beliau saw menjawab : "seperti tiang dan balok berupa emas dan perak" (Mustadrak Ala Shahihain hadits no.8568)

10. diriwayatkan pula bahwa Almahdiy akan muncul di saat haji, ketika saling bunuhnya muslimin di Mina, maka Almahdiy menangis melihat pertumpahan darah muslimin, lalu mereka membai'atnya dengan paksa, maka bila kalian hidup di zamannya maka bai'at lah ia, sungguh ia adalah Almahdiy di Bumi dan Almahdiy dilangit". (Mustadrak Ala Shahihain hadits no.8537)

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=21476&catid=7

Jumat, 25 Oktober 2013

Maulid Addhiyaulami

Habib Munzir Almusawa - Maulid Addhiyaulami

kalau bukan karena ingin menyemangati, saya tak akan menjawabnya, ruh beliau saw tak pernah tidak hadir dalam majelis maulid dhiya ullami, banyak para jamaah bermimpi melihat ahlul Badr, ahlul uhud, para wali masa lalu, bahkan para nabi, hadir di majelis dhiya ullami, dan Ruh Rasul saw sudah ada sebelum 1 orang pun sampai, dan tidak keluar sebelum tak tersisa 1 orang pun.

ketika saya sudah lama bertahun tahun tidak jumpa dg hb zein bin smeith madinah, karena beberapa kali beliau ke indonesia saya tak sempat jumpa, maka ketika jumpa saya tertunduk tunduk mencium tangan beliau, maka hb zein dg santainyaberkata Ahlan wahai Munzir....

saya berkata : wahai habibana Zein, bagaimana habib masih kenal nama saya padahal saya lama tak jumpa habibana?, beliau menjawab : bagaimana aku lupa namamu, kau tiap malam ada dihadirat Rasulullah saw.hampir saya jatuh pingsan mendengar ucapan itu, dan beliau dg santainya pergi begitu saja menghadapi tamu tamu lain

Guru Mulia pada suatu malam memanggil salah satu muridnya yg penulis, lalu berkata : bawakan kertas, tulislah, lalu beliau berucap, melantunkan maulid dhya'ullami mulai tengah malam, dan sekitar sepertiga malam terakir seluruh maulid dhhiya ullami sudah selesai.

banyak rahasia terpendam dalam maulid ini, diantaranya pembukanya adalah 12 bait, melambangkan kelahiran Rasul saw pd tangggal 12, lalu fashl pertama terdiri dan diambil dari tiga surat, yairtu surat al fatah, surat attaubah, dan surat al ahzab, 3 surat ini melambangkan lahirnyaRasul saw pada bulan 3 (rabiul awal), lalu bait2nya berjumlah 63, melambangkan usia beliau saw 63 tahun.... duh saudaraku, kita ditunggu saudara saudara kita yg mennati quota, kalau tidak, maka akan saya teruskan.

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27585#27585

Ahlul Bait



Habib Munzir Almusawa - Ahlul Bait

Saudaraku yg kumuliakan,
berikhtilaf ulama mengenai siapa ahlulbait, sebagian mengatakan bahwa ahlulbait adalah termasuk seluruh keturunan Imam Hasan dan Imam Husein radhiyallahu'anhuma, inilah pendapat yg kita pegang, dan Allah swt ingin menyucikan mereka, terbukti dari paling banyaknya perluasan islam adalah dari jasa ahlulbait keturunan Rasul saw.

jika anda membatasi makna ahlulbait hanya lima saja, tentunya mereka adalah ahli sorga, karena Imam Ali kw, Imam Hasan dan Imam husein radhiyallahu'anhuma wafat sebagai syuhada, dan Sayyidatuna Fatimah zahra ra sudah dikabarkan sebagai ahli sorga.

namun ayat itu tidak bisa dijadikan dalil bahwa semua ahlul bait tidak masuk neraka, karena masih ikhtilaf ulama siapa ahlul bait Nabi saw, apakah cuma lima atau termasuk bani abdulmuttalib dan keturunan Imam Hasan dan Husein, namun yg terkuat adalah bahwa Ahlulbait yg diharamkan zakat untuknya adalah kelima orang ahlulkisa, dan keturunan Imam Hasan dan Husein radhiyallahu'anhuma,

berlandaskan hujjah bahwa hadits Al Kisaa, dimana Rasul saw memayungi Imam Ali kw, Putrinya ra, Imam Hasan ra dan Imam Husein ra, karena Imam hasan dan husein belum mempunyai keturunan, dan keturunan mereka yg disulbi mereka termasuk dalam payung rida Nabi saw tsb. maka jelas mereka termasuk ahlulbait.

jika anda menafikan pendapat itu, dan bahwa ahlulbait hanyalah lima saja, maka bagaimana dg keturunan imam hasan dan husein yg berada di tubuh keduanya saat dipayungi oleh rida Rasul saw?, apakah adas riwayat Allah mengeluarkan sulbi keturunan imam hasan dan husein itu dari tubuh mereka saat peristiwa itu terjadi?

jika anda bertanya tentang kelima orang itu, tentunya mereka di sorga, namun jika anda bertanya Ahlulbait, maka saya harus menjawab secara umum

dan yg lebih umum adalah seluruh muslimin masuk sorga, selama tidak menyembah selain Allah swt dan mengakui Nabi Muhammad saw utusan Allah, walau melalui pencucian terlebih dahulu, mungkin di dunia, mungkin disiksa kubur, mungkin di neraka.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=23347#23347

--------------------------------------------------

banyak dalil yg memperkuat bahwa dzurriyah Rasul saw adalah ahlulbait, saya menemukan lebih dari 100 hadits Rasul saw bahwa Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman dari ahlul baitku.

dan tentunya jika seluruh muslimin pun dijamin Rasul saw tidak kekal di neraka dan pasti masuk sorga, maka lebih lagi keturunan dan keluarga Rasul saw, yg berdarah Rasul saw mengalir ditubuhnya. sebagaimana tuntutan Rasul saw atas bayaran bagi dakwah beliau saw bukanlah harta, tapi kecintaan ummat terhadap keluarga beliau saw, sebagaimana firman Nya swt : katakan pada mereka aku tidak minta upah atas dakwah risalahku ini kecuali kecintaan dan kasih sayang pada keluargaku (QS Assyuura 23), sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat ini berupa perintah Allah swt atas wajibnya cinta kepada keluarga Rasul saw tentunya termasuk dan lebih lebih keturunan beliau saw, dan tentunya lepas dari perbuatan mereka baik atau buruk jahat atau shalih, karena perintah bukan melihat amal mereka, tapi perintah adalah menunaikan perintah Allah swt untuk mencintai keluarga Rasul saw.

namun saya menjawab tidak ada satu hadits shahih yg menjelaskan mereka bebas dari siksa neraka, namun hal itu sangat mungkin terjadi.

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=7&id=23769

Selasa, 22 Oktober 2013

Istiqomah

Habib Munzir Almusawa - Istiqomah

Saudaraku yg kucintai dan kumuliakan,

iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian, ingatlah mati.., dengan mengingatnya kita akan sangat terbantu dalam istiqomah, dan usaha menuju istiqomah sudah mendapat pahala istiqomah, dan semakin luhur dengan semakin kita istiqomah pada ibadah kita karena Allah swt.

ingatlah saat ketika tangan tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita kedalam lahad dengan airmata kesedihan, tahukah keadaan kita?, seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan..

tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yg lembab itu....

lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita..

setelah itu kita sendiri disana..., dalam kesempitan dan kegelapan.., panas.. gelap..

sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

tak bisa curhat..., tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa bergerak kemana mana..., tak ada pemandangan, tak ada warna, yg ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus menghantui kita kelak..

ketika mengingat ini maka leburlah segala kekerasan hati, iapun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yg melihat keadaan kita saat itu..

hanya Dialah yg ada saat itu.. untuk inilah kita shalat dan ibadah.. agar Dia swt tak melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yg telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun..

semoga Allah swt meluhurkan setiap nafas kita dan keluarga dg cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing untuk mudah mencapai tangga tangga keluhuran istiqamah, dan wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul istiqamah, dan pemimpin ahlul istiqamah, Sayyidina Muhammad saw

bimbinglah istri dan anak dengan ketegasan namun dg lemah lembut, mengajaknya shalat berjamaah, dan terus dg kasih sayang, pandanglah mereka bahwa anda ingin mereka mulia disisi Allah, dan anda pun ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dengan membimbing mereka, dan tabahlah,

namun jika sudah mulai terjalin niat luhur pada suami dan istri, maka sungguh rumah tangga anda bagai sorga sebelum sorga yg abadi kelak, anak dibimbing dg sebaik2nya mencintai shalat, mencintai Alqur'an, dikenalkan ramah dan indahnya sang nabi saw, maka anak akan beridolakan Nabi saw, maka selamatlah ia dari kejahatan jari jari iblis yg merusak anak dari kecil dengan beridolakan hamba yg tidak pernah sujud pada Allah swt,

pujilah istri jika memakai pakaian islami, manjakan dan puji anak anda jika memakai pakaian islami, dan segala hal yg bersifat sunnah muliakanlah, dan muliakan anak dan istri ketika mengamalkan yg fardhu dan sunnah, maka mereka memahami bahwa cinta anda pada mereka akan makin berlimpah dg taatnya mereka pada Allah swt,
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=9&id=28004

Syirik

Habib Munzir Almusawa - Syirik

syirik adalah mengakui ada tuhan lain selain Allah, atau menyembah selain Allah, atau menolak bahwa Allah adalah Tuhan. selain dari itu bukan syirik, dan sebagaimana masa kini sekelompok muslimin sangat cepat menuduh syirik pada muslim, hal ini sudah dijawab oleh Rasul saw yg bersabda : Aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, yg kutakutkan kalian berebutan hingga bertikai dalam mendapat keduniawian (Shahih Bukhari)

jika Rasul saw saja tidak merisaukan syirik menimpa kita, mengapa kita membesar besarkan masalah ini yg justru menurut nabi kita saw bersaing kotor merebut keduniawian lebih beliau risaukan dari syirik, ini menunjukkan hanya sangat sedikit saja dari ummatnya yg akan terkena syirik dan jangan terlalu merisaukan hingga membuat kita serba takut berbuat ini dan itu karena takut syirik.

semua dosa diampuni termasuk syirik, yg dimaksud hadits : satu satunya dosa yg tidak diampuni Allah adalah syirik, adalah jika ia wafat belum sempat bertobat dan kesyirikannya, masih menyembah selain Allah atau mengakui ada Tuhan lain selain Allah, maka ia tak akan diampuni Allah, beda dg pendosa lain yg walau wafat belum tobat dari dosa dosanya, ia akan terkena siksa kubur dan mungkin siksa neraka, namun ia akan diampuni Allah setelah dibersihkan dari dosanya, kecuali yg mati dalam keadaan belum tobat dari syirik.

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27324&catid=7

------------------------------------------------------------------

Saudaraku yg kumuliakan,
Syirik adalah menyembah selain Allah swt, atau menyamakan sesuatu dengan Allah swt,

syirik adalah masalah hati, tak bisa kita menuduh seseorang musyrik kecuali jika ia mengatakannya dengan ucapannya, atau terang terangan menyembah berhala, karena Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yg membunuh seorang kafir yg mengucap syahadat sebelum dibunuh, padahal orang itu kejam dan suka menyiksa sahabat lainnya dari muslimin, maka dalam peperangan pedangnya jatuh, lalu ia bersyahadat dengan tdk serius, maka Usamah membunuhnya, maka Rasul saw murka dan berkata : "kau membunuhnya..??", usamah berkata : Dia hanya pura pura wahai Rasulullah.., Rasul saw berkata lagi : "apakah kau belah dadanya hingga kau tahu ia bersyahadat dusta..?!", Usamah mundur, dan Nabi saw berdiri dan mengejar usamah ra seraya berkata lagi : "apa kau belah dadanya..?!!", berkata Usamah, alangkah indahnya jika aku ini baru masuk islam (Shahih Muslim)

demikian marahnya Rasul saw kepada orang yg tak mempercayai syahadat seseorang yg mengucap tauhid, oleh sebab itu tak selayaknya kita menuduh muyrik kepada siapapun yg mengucap tauhid, lebih lagi mereka shalat, puasa, zakat, bagaimana dituduh musyrik?, sedangkan sebagian saudara saudara kita demikian berani dan lancangnya memvonis musyrik pada muslimin,

pembahasan mengenai syirik telah selesai dan tak perlu diperluas lagi, dan Rasul saw sendiri tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, beliau bersabda : "dan aku Demi Allah tidak merisaukan kalian akan musyrik setelah aku wafat, tapi yg kutakutkan adalah keluasan duniawi atas kalian" (Shahih muslim hadits no.2296, shahih Bukhari hadits no.1297, 3401, 3816) dan masih banyak lagi hadits semakna bahwa Rasul saw tidak merisaukan syirik atas ummatnya, tanda bahwa kerisauan sebagian muslimin masa kini akan hal hal yg musyrik bertentangan dg hadits Nabi saw.

memang kemurtadan bermunculan, namun bukan muslim yg berhati syirik, karena muslim yg berhati syirik sebagaimana dituduhkan oleh sebagian muslimin ini telah dibantah oleh Rasul saw.

walaupun ada, namun merupakan oknum kecil saja yg tak membahayakan, demikian nash yg jelas dari shahihain

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=7531&catid=7

Sabtu, 19 Oktober 2013

Rukun Iman

Habib Munzir Almusawa - Rukun Iman

Saudaraku yg kumuliakan,
rukun iman....?, insya Allah admin V akan menyebutkannya.

adminV

1.iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala

Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta, Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini. Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala artinya Allah adalah Ilaah (sembahan) Yang hak, sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil. Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma’ dan Sifat-Nya, artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur.

Dan kita mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta’aladalam hal itu semua, artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta’ala tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, maupun dalam Asma’ dan sifat-Nya.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: “(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat kepada-Nya. Adakah kamu

mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”. (QS. Maryam: 65)
Dan firman Allah, yang artinya: “Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat”. (QS. Asy-Syura:11)

2. Iman Kepada Malaikat

Bagaimana kita mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan para malaikat itu, sebagaimana firman-Nya, yang artinya: ”Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, tidak pernah mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-anbiya: 26-27)

Mereka diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka mereka beribadah kepada-Nya dan mematuhi segala perintah-Nya. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ” …Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap angkuh untuk beribadah kepada-Nyadan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “ (QS. Al-Anbiya: 19-20).

3. Iman Kepada Kitab Allah

Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepada rasul-rasul-Nya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka dari kemuysrikan. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ”Sungguh, kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan… “ (QS. Al-Hadid: 25)

Dari kitab-kitab itu, yang kita kenal ialah :

Taurat, yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44.

Zabur, ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Daud alaihi sallam.

Injil, diturunkan Allah kepada nabi Isa, sebagai pembenar dan pelengkap Taurat. Firman Allah : ”…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) injil yang berisi petunjuk dan nur, dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS : Al-Maidah : 46)

Shuhuf, (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa, ‘Alaihimas-shalatu Wassalam.

Al-Quran, kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, penutup para nabi. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (QS. Al Baqarah: 185).

4. Iman Kepada Rasul-Rasul

Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengutus rasul-rasul kepada umat manusia, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita genbira dan pemberi peringatan, supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AN-Nisa: 165).

Kita mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, semoga shalawat dan salam sejahtera untuk mereka semua. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya…” (QS. An-Nisa: 163).

5. Iman Kepada Hari Kiamat

Kita mengimani kebenaran hari akhirat, yaitu hari kiamat, yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut.

Untuk itu kita mengimani kebangkitan, yaitu dihidupannya semua mahkluk yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:”Dan ditiuuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkitmenunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)

Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia. Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya, maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia akan masuk neraka yang menyala.” (QS. Al-Insyiqaq: 13-14).

6. Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk

Kita juga mengimani qadar (takdir) , yang baik dan yang buruk; yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya.

Iman kepada qadar ada empat tingkatan:

‘Ilmu
ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu,mengetahui apa yang terjadi, dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidakmenjadi tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki.

Kitabah
ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hajj: 70)

Masyi’ah
ialah mengimani bawa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan di bumi, tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.

Khal
Ialah mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala. adalah pencipta segala sesuatu. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Alah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.” (QS. Az-Zumar: 62-63).

Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. Maka segala apa yang dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan, perbuatan atau tindakan meninggalkan, adalah diketahui, dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27717&catid=9
 
Blogger Templates