skip to main |
skip to sidebar

Habib Munzir Almusawa - Minyak Wangi Alkohol
Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai hal ini merupakan khilaf ulama yaitu minyak wangi alkohol.
sebagian berpendapat wewangian itu najis karena mengandung alkohol,
namun pendapat lain mengatakan bahwa minyak wangi alkohol itu suci
karena bukan dibuat dengan tujuan untuk arak, sebagaimana cuka yg proses
pembuatannya sama dengan proses pembuatan alkohol,
karena
proses pembuatan alkohol (Takhmiriyah) adalah buah2an yg dipendam
hingga berubah menjadi basi dan asam hingga bertambah menjadi dua kali
lipat banyaknya, lalu kemudian akan kembali berkurang dan kembali ke
jumlah asalnya,
maka proses bertambahnya hingga memuncak, hingga kembali berkurang, itulah arak yg memabukkan,
dan bila ia telah kembali pada jumlah semula maka itulah cuka, tidak lagi memabukkan, hukumnya suci dan tidak najis,
masalah :
seseorang yg bermaksud membuat cuka (bukan bermaksud membuat arak),
namun cuka nya belum masak dan masih berupa arak, maka hukumnya tidak
najis karena dibuat bukan untuk arak., walaupun ia menjadi arak yg
memabukkan jika diminum, namun hukumnya tidak najis, namun haram jika
diminum dan mabuk.
seseorang yg membuat arak namun terlalu lama
memprosesnya hingga telah menjadi cuka, najis hukumnya karena ia ia
membuatnya bukan untuk cuka tapi untuk arak.
nah.. mengenai
pendapat yg menganggap tidak najisnya minyak wangi yg ber alkohol maka
mereka menganggap bahwa alkohol itu dibuat bukan untuk diminum, tapi
memang pabrik membuatnya untuk campuran minyak wangi, atau obat, bukan
untuk arak yg dikonsumsi para pemabuk, karena jika diminum tidak
memabukkan tapi akan mematikan, karena sudah berupa racun,
dan
saya telah mendapat jawaban dari guru saya Al Allamah Al Habib Umar bin
Hafidh bahwa minyak wangi yg bercampurkan alkohol itu boleh digunakan
selama kandungan alkoholnya tidak mencapai 50%. dan memang belum pernah
saya dengar ada minyak wangi yg kandungan alkoholnya mencapai itu,
karena alkohol hanya digunakan untuk mendorong minyak wangi agar bisa
disemprotkan dari botolnya.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a'lam
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=9283&catid=9
Habib Munzir Almusawa - Imam Mahdi
Saudaraku yg kumuliakan,
dalam banyak hadits dijelaskan bahwa Imam Mahdi muncul dari Ashfahan,
namun tentunya kekuasaannya akan sampai ke Nusantara ini, dan tidak
mustahil jika Imam Mahdi akan datang ke Nusantara ini karena ini adalah
Negara Muslimin terbesar didunia, dan para pendukung Imam Mahdi akan
bermunculan di Nusantara ini,
dan para pendukung Imam Mahdi itu tentunya berjiwa Almahdiy, bersemangat dg Ruh Almahdiy, berjuang demi Panji Almahdiy.
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&catid=9&id=12146
mengenai imam mahdi, beliau belum diketahui apakah sudah lahir atau
belum, karena seluruh imam ahlulbait ahlussunnah waljamaah menolak
keberadaan imam mahdi sudah lahir sejak masa lalu, imam mahdi lahir
seperti manusia biasa, dg usia manusia biasa, bukan seperti nabi isa as
yg diangkat ke langit hingga diturunkan kelak untuk membatu imam mahdi
membunuh dajjal
ayat alqur'an dan hadits hadits shahih atau
fatwa ulama ahlul bait yg berpegang pd ahlussunnah waljamaah dan
Thariqah Alawiyyah tidak satupun membenarkan imam mahdi sudah lahir dari
masa lalu.
mungkin kini sudah lahir atau dewasa, namun tak ada
pendpat yg bisa dipakai rujukan kecuali saat ia muncul dan berkhutbah
di musim haji di medan arafah.
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=26930&catid=9
Saudaraku yg kumuliakan,
berikut tanggapan dari para Mufassir dan Muhaddits mengenai Al Mahdiy
1. Almahdiy adalah dari keturunan Rasul saw, mengenai hadits shahih yg
mengatakan bahwa Almahdiy adalah Isa bin Maryam as adalah hadits
Munqathi', hadits yg mengatakan Almahdiy adalah dari Keturunan Rasul saw
Ashahhu (lebih shahih), (Tafsir Imam Qurtubiy Juz 8 hal 122)
2. Bila kebangkitan ALmahdiy, maka ia akan menundukkan Qastantiniyyah
(Konstantinopel) dan mengalahkan mereka. (Tafsir Imam Attabari juz 1501)
3. Almahdiy bahwa ia bernama Muhammad dan nama ayahnya adalah nama ayah
nabi Muhammad saw (Abdullah), maka namanya adalah Muhammad bin
Abdullah, ia akan memenuhi penduduk bumi dengan keadilan, dan Almahdiy
itu bukan yg dinanti nanti sebagaimana dinantikan kaum Rafidhah yg
menantikannya keluar dari dalam goa, hal ini adalah pemahaman batil,
sebagaimana pemahaman kaum syiah dg keyakinan mengenai 12 imam. (Tafsir
Imam Ibn Katsir Juz 2hal 33)
4. demikian pula diriwayatkan dalam Shahih Ibn Hibban hadits no.6823
5. Sabda Rasul saw : "Tak akan dating hari kiamat, sampau permukaan
bumi dikuasai oleh seorang lelaki dari Ahlulbaitku, namanya sama dengan
namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahnya, maka ia memenuhi bumi
dengan keadilan dan kemakmuran" (Shahih Ibn Hibban hadits no.6824)
6. Mahdi di bai'at antara Rukun dan Maqam Ibrahim (di Masjidil Haram Makkah) Shahih Ibn Hibban hadts no.6827.
7. akan terangkat pasukan membawa bendera hitam dari Timur lalu
memerangi kalian (orang orang kufar) dengan kekuatan tempur yg sangat
dahsyat dan tak terkalahkan, bila kalian menjumpainya maka Bai'at lah ia
(Bai'at=sumpah setia), walaupun harus dengan merangkak diatas salju,
(walaupun sulit untuk membai'atnya berusahalah sekuat tenaga), sungguh
ia itu Khalifatullah Almahdiy". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih
Bukhari dan Muslim. (Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8433).
8. bila kalian melihat keluarnya pasukan membawa Bendera hitam dari
Khurasan, maka datangilah walau dg merangkak, sungguh dalam pasukan itu
terdapat Khalifatullah Almahdiy". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih
Bukhari dan Muslim. (Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8531).
9. sabda Rasul saw : ".., Dan bahwa Almahdiy yg akan memenuhi Bumi
dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejariman, maka
akan amanlah hewan hewan dan binatang buas, dan permukaan Bumi
memuntahkan simpanan dari hatinya". Maka aku bertanya : apakah muntahan
bumi berupa pendaman hatinya?, beliau saw menjawab : "seperti tiang dan
balok berupa emas dan perak" (Mustadrak Ala Shahihain hadits no.8568)
10. diriwayatkan pula bahwa Almahdiy akan muncul di saat haji, ketika
saling bunuhnya muslimin di Mina, maka Almahdiy menangis melihat
pertumpahan darah muslimin, lalu mereka membai'atnya dengan paksa, maka
bila kalian hidup di zamannya maka bai'at lah ia, sungguh ia adalah
Almahdiy di Bumi dan Almahdiy dilangit". (Mustadrak Ala Shahihain hadits
no.8537)
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=21476&catid=7
Habib Munzir Almusawa - Maulid Addhiyaulami
kalau bukan karena ingin menyemangati, saya tak akan menjawabnya, ruh
beliau saw tak pernah tidak hadir dalam majelis maulid dhiya ullami,
banyak para jamaah bermimpi melihat ahlul Badr, ahlul uhud, para wali
masa lalu, bahkan para nabi, hadir di majelis dhiya ullami, dan Ruh
Rasul saw sudah ada sebelum 1 orang pun sampai, dan tidak keluar sebelum
tak tersisa 1 orang pun.
ketika saya sudah lama bertahun tahun tidak jumpa dg hb zein bin smeith
madinah, karena beberapa kali beliau ke indonesia saya tak sempat jumpa,
maka ketika jumpa saya tertunduk tunduk mencium tangan beliau, maka hb
zein dg santainyaberkata Ahlan wahai Munzir....
saya berkata :
wahai habibana Zein, bagaimana habib masih kenal nama saya padahal saya
lama tak jumpa habibana?, beliau menjawab : bagaimana aku lupa namamu,
kau tiap malam ada dihadirat Rasulullah saw.hampir saya jatuh pingsan
mendengar ucapan itu, dan beliau dg santainya pergi begitu saja
menghadapi tamu tamu lain
Guru Mulia pada suatu malam memanggil
salah satu muridnya yg penulis, lalu berkata : bawakan kertas,
tulislah, lalu beliau berucap, melantunkan maulid dhya'ullami mulai
tengah malam, dan sekitar sepertiga malam terakir seluruh maulid dhhiya
ullami sudah selesai.
banyak rahasia terpendam dalam maulid
ini, diantaranya pembukanya adalah 12 bait, melambangkan kelahiran Rasul
saw pd tangggal 12, lalu fashl pertama terdiri dan diambil dari tiga
surat, yairtu surat al fatah, surat attaubah, dan surat al ahzab, 3
surat ini melambangkan lahirnyaRasul saw pada bulan 3 (rabiul awal),
lalu bait2nya berjumlah 63, melambangkan usia beliau saw 63 tahun....
duh saudaraku, kita ditunggu saudara saudara kita yg mennati quota,
kalau tidak, maka akan saya teruskan.
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27585#27585

Habib Munzir Almusawa - Ahlul Bait
Saudaraku yg kumuliakan,
berikhtilaf ulama mengenai siapa ahlulbait, sebagian mengatakan bahwa
ahlulbait adalah termasuk seluruh keturunan Imam Hasan dan Imam Husein
radhiyallahu'anhuma, inilah pendapat yg kita pegang, dan Allah swt ingin
menyucikan mereka, terbukti dari paling banyaknya perluasan islam
adalah dari jasa ahlulbait keturunan Rasul saw.
jika anda membatasi
makna ahlulbait hanya lima saja, tentunya mereka adalah ahli sorga,
karena Imam Ali kw, Imam Hasan dan Imam husein radhiyallahu'anhuma wafat
sebagai syuhada, dan Sayyidatuna Fatimah zahra ra sudah dikabarkan
sebagai ahli sorga.
namun ayat itu tidak bisa dijadikan dalil
bahwa semua ahlul bait tidak masuk neraka, karena masih ikhtilaf ulama
siapa ahlul bait Nabi saw, apakah cuma lima atau termasuk bani
abdulmuttalib dan keturunan Imam Hasan dan Husein, namun yg terkuat
adalah bahwa Ahlulbait yg diharamkan zakat untuknya adalah kelima orang
ahlulkisa, dan keturunan Imam Hasan dan Husein radhiyallahu'anhuma,
berlandaskan hujjah bahwa hadits Al Kisaa, dimana Rasul saw memayungi
Imam Ali kw, Putrinya ra, Imam Hasan ra dan Imam Husein ra, karena Imam
hasan dan husein belum mempunyai keturunan, dan keturunan mereka yg
disulbi mereka termasuk dalam payung rida Nabi saw tsb. maka jelas
mereka termasuk ahlulbait.
jika anda menafikan pendapat itu,
dan bahwa ahlulbait hanyalah lima saja, maka bagaimana dg keturunan imam
hasan dan husein yg berada di tubuh keduanya saat dipayungi oleh rida
Rasul saw?, apakah adas riwayat Allah mengeluarkan sulbi keturunan imam
hasan dan husein itu dari tubuh mereka saat peristiwa itu terjadi?
jika anda bertanya tentang kelima orang itu, tentunya mereka di sorga,
namun jika anda bertanya Ahlulbait, maka saya harus menjawab secara umum
dan yg lebih umum adalah seluruh muslimin masuk sorga, selama tidak
menyembah selain Allah swt dan mengakui Nabi Muhammad saw utusan Allah,
walau melalui pencucian terlebih dahulu, mungkin di dunia, mungkin
disiksa kubur, mungkin di neraka.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a'lam
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=23347#23347
--------------------------------------------------
banyak dalil yg memperkuat bahwa dzurriyah Rasul saw adalah ahlulbait,
saya menemukan lebih dari 100 hadits Rasul saw bahwa Imam Mahdi akan
muncul di akhir zaman dari ahlul baitku.
dan tentunya jika
seluruh muslimin pun dijamin Rasul saw tidak kekal di neraka dan pasti
masuk sorga, maka lebih lagi keturunan dan keluarga Rasul saw, yg
berdarah Rasul saw mengalir ditubuhnya. sebagaimana tuntutan Rasul saw
atas bayaran bagi dakwah beliau saw bukanlah harta, tapi kecintaan ummat
terhadap keluarga beliau saw, sebagaimana firman Nya swt : katakan pada
mereka aku tidak minta upah atas dakwah risalahku ini kecuali kecintaan
dan kasih sayang pada keluargaku (QS Assyuura 23), sebagian ahli tafsir
menjelaskan ayat ini berupa perintah Allah swt atas wajibnya cinta
kepada keluarga Rasul saw tentunya termasuk dan lebih lebih keturunan
beliau saw, dan tentunya lepas dari perbuatan mereka baik atau buruk
jahat atau shalih, karena perintah bukan melihat amal mereka, tapi
perintah adalah menunaikan perintah Allah swt untuk mencintai keluarga
Rasul saw.
namun saya menjawab tidak ada satu hadits shahih yg
menjelaskan mereka bebas dari siksa neraka, namun hal itu sangat mungkin
terjadi.
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=7&id=23769
Habib Munzir Almusawa - Istiqomah
Saudaraku yg kucintai dan kumuliakan,
iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian,
ingatlah mati.., dengan mengingatnya kita akan sangat terbantu dalam
istiqomah, dan usaha menuju istiqomah sudah mendapat pahala istiqomah,
dan semakin luhur dengan semakin kita istiqomah pada ibadah kita karena
Allah swt.
ingatlah saat ketika tangan tangan para
kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita kedalam lahad dengan
airmata kesedihan, tahukah keadaan kita?, seluruh tali pengikat kafan
dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan..
tubuh ditaruh dalam
posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita
diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring
menghadap kiblat, dan wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar
terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yg lembab itu....
lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding
kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa
tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita..
setelah itu kita sendiri disana..., dalam kesempitan dan kegelapan.., panas.. gelap..
sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..
tak bisa curhat..., tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa
bergerak kemana mana..., tak ada pemandangan, tak ada warna, yg ada
hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun..
sendiri..
yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab..
harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus
menghantui kita kelak..
ketika mengingat ini maka leburlah
segala kekerasan hati, iapun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud
sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya
Dialah yg melihat keadaan kita saat itu..
hanya Dialah yg ada
saat itu.. untuk inilah kita shalat dan ibadah.. agar Dia swt tak
melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yg telah terbujur kaku
didalam tanah lembab ribuan tahun..
semoga Allah swt meluhurkan
setiap nafas kita dan keluarga dg cahaya istiqamah, dan selalu
dibimbing untuk mudah mencapai tangga tangga keluhuran istiqamah, dan
wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul
istiqamah, dan pemimpin ahlul istiqamah, Sayyidina Muhammad saw
bimbinglah istri dan anak dengan ketegasan namun dg lemah lembut,
mengajaknya shalat berjamaah, dan terus dg kasih sayang, pandanglah
mereka bahwa anda ingin mereka mulia disisi Allah, dan anda pun ingin
mendapat kemuliaan di sisi Allah dengan membimbing mereka, dan tabahlah,
namun jika sudah mulai terjalin niat luhur pada suami dan istri, maka
sungguh rumah tangga anda bagai sorga sebelum sorga yg abadi kelak, anak
dibimbing dg sebaik2nya mencintai shalat, mencintai Alqur'an,
dikenalkan ramah dan indahnya sang nabi saw, maka anak akan beridolakan
Nabi saw, maka selamatlah ia dari kejahatan jari jari iblis yg merusak
anak dari kecil dengan beridolakan hamba yg tidak pernah sujud pada
Allah swt,
pujilah istri jika memakai pakaian islami, manjakan
dan puji anak anda jika memakai pakaian islami, dan segala hal yg
bersifat sunnah muliakanlah, dan muliakan anak dan istri ketika
mengamalkan yg fardhu dan sunnah, maka mereka memahami bahwa cinta anda
pada mereka akan makin berlimpah dg taatnya mereka pada Allah swt,
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
dan jangan Lupa membaca Aqur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa
membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam
Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan
memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Wallahu a'lam
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=9&id=28004
Habib Munzir Almusawa - Syirik
syirik adalah mengakui ada tuhan lain selain Allah, atau menyembah
selain Allah, atau menolak bahwa Allah adalah Tuhan. selain dari itu
bukan syirik, dan sebagaimana masa kini sekelompok muslimin sangat cepat
menuduh syirik pada muslim, hal ini sudah dijawab oleh Rasul saw yg
bersabda : Aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, yg
kutakutkan kalian berebutan hingga bertikai dalam mendapat keduniawian
(Shahih Bukhari)
jika Rasul saw saja tidak merisaukan syirik
menimpa kita, mengapa kita membesar besarkan masalah ini yg justru
menurut nabi kita saw bersaing kotor merebut keduniawian lebih beliau
risaukan dari syirik, ini menunjukkan hanya sangat sedikit saja dari
ummatnya yg akan terkena syirik dan jangan terlalu merisaukan hingga
membuat kita serba takut berbuat ini dan itu karena takut syirik.
semua dosa diampuni termasuk syirik, yg dimaksud hadits : satu satunya
dosa yg tidak diampuni Allah adalah syirik, adalah jika ia wafat belum
sempat bertobat dan kesyirikannya, masih menyembah selain Allah atau
mengakui ada Tuhan lain selain Allah, maka ia tak akan diampuni Allah,
beda dg pendosa lain yg walau wafat belum tobat dari dosa dosanya, ia
akan terkena siksa kubur dan mungkin siksa neraka, namun ia akan
diampuni Allah setelah dibersihkan dari dosanya, kecuali yg mati dalam
keadaan belum tobat dari syirik.
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27324&catid=7
------------------------------------------------------------------
Saudaraku yg kumuliakan,
Syirik adalah menyembah selain Allah swt, atau menyamakan sesuatu dengan Allah swt,
syirik adalah masalah hati, tak bisa kita menuduh seseorang musyrik
kecuali jika ia mengatakannya dengan ucapannya, atau terang terangan
menyembah berhala, karena Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yg
membunuh seorang kafir yg mengucap syahadat sebelum dibunuh, padahal
orang itu kejam dan suka menyiksa sahabat lainnya dari muslimin, maka
dalam peperangan pedangnya jatuh, lalu ia bersyahadat dengan tdk serius,
maka Usamah membunuhnya, maka Rasul saw murka dan berkata : "kau
membunuhnya..??", usamah berkata : Dia hanya pura pura wahai
Rasulullah.., Rasul saw berkata lagi : "apakah kau belah dadanya hingga
kau tahu ia bersyahadat dusta..?!", Usamah mundur, dan Nabi saw berdiri
dan mengejar usamah ra seraya berkata lagi : "apa kau belah
dadanya..?!!", berkata Usamah, alangkah indahnya jika aku ini baru masuk
islam (Shahih Muslim)
demikian marahnya Rasul saw kepada orang
yg tak mempercayai syahadat seseorang yg mengucap tauhid, oleh sebab
itu tak selayaknya kita menuduh muyrik kepada siapapun yg mengucap
tauhid, lebih lagi mereka shalat, puasa, zakat, bagaimana dituduh
musyrik?, sedangkan sebagian saudara saudara kita demikian berani dan
lancangnya memvonis musyrik pada muslimin,
pembahasan mengenai
syirik telah selesai dan tak perlu diperluas lagi, dan Rasul saw sendiri
tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, beliau bersabda : "dan aku
Demi Allah tidak merisaukan kalian akan musyrik setelah aku wafat, tapi
yg kutakutkan adalah keluasan duniawi atas kalian" (Shahih muslim
hadits no.2296, shahih Bukhari hadits no.1297, 3401, 3816) dan masih
banyak lagi hadits semakna bahwa Rasul saw tidak merisaukan syirik atas
ummatnya, tanda bahwa kerisauan sebagian muslimin masa kini akan hal hal
yg musyrik bertentangan dg hadits Nabi saw.
memang kemurtadan
bermunculan, namun bukan muslim yg berhati syirik, karena muslim yg
berhati syirik sebagaimana dituduhkan oleh sebagian muslimin ini telah
dibantah oleh Rasul saw.
walaupun ada, namun merupakan oknum kecil saja yg tak membahayakan, demikian nash yg jelas dari shahihain
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a’lam
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=7531&catid=7
Habib Munzir Almusawa - Rukun Iman
Saudaraku yg kumuliakan,
rukun iman....?, insya Allah admin V akan menyebutkannya.
adminV
1.iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala
Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, artinya bahwa Allah
adalah Rabb: Pencipta, Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam
semesta ini. Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa
Ta’ala artinya Allah adalah Ilaah
(sembahan) Yang hak, sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil.
Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma’
dan Sifat-Nya, artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah
serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur.
Dan kita
mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta’aladalam hal itu semua,
artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta’ala tiada sesuatupun yang menjadi
sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, maupun dalam Asma’ dan
sifat-Nya.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:
“(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di
antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat
kepada-Nya. Adakah kamu
mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”. (QS. Maryam: 65)
Dan firman Allah, yang artinya: “Tiada sesuatupun yang serupa
dengan-Nya. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat”. (QS.
Asy-Syura:11)
2. Iman Kepada Malaikat
Bagaimana kita
mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan
meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan
para malaikat itu, sebagaimana firman-Nya, yang artinya: ”Sebenarnya
(malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, tidak pernah
mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan
perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-anbiya: 26-27)
Mereka
diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka mereka beribadah kepada-Nya
dan mematuhi segala perintah-Nya. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang
artinya: ” …Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap
angkuh untuk beribadah kepada-Nyadan tiada (pula) merasa letih. Mereka
selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “ (QS. Al-Anbiya:
19-20).
3. Iman Kepada Kitab Allah
Kita mengimani
bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepada rasul-rasul-Nya
kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup
bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para
rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka
dari kemuysrikan. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ”Sungguh,
kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang
nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca
(keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan… “ (QS. Al-Hadid: 25)
Dari kitab-kitab itu, yang kita kenal ialah :
Taurat, yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44.
Zabur, ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Daud alaihi sallam.
Injil, diturunkan Allah kepada nabi Isa, sebagai pembenar dan pelengkap
Taurat. Firman Allah : ”…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa)
injil yang berisi petunjuk dan nur, dan sebagai pembenar kitab yang
sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi
orang-orang yang bertaqwa.” (QS : Al-Maidah : 46)
Shuhuf, (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa, ‘Alaihimas-shalatu Wassalam.
Al-Quran, kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepada Nabi
Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, penutup para nabi. Firman Allah
Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Bulan Ramadhan yang diturunkan
padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq
dan yang batil…” (QS. Al Baqarah: 185).
4. Iman Kepada Rasul-Rasul
Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengutus
rasul-rasul kepada umat manusia, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang
artinya: ” (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa
berita genbira dan pemberi peringatan, supaya tiada alasan bagi manusia
membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Dan Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AN-Nisa: 165).
Kita
mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah
Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, semoga shalawat dan salam
sejahtera untuk mereka semua. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang
artinya: ”Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami
telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya…”
(QS. An-Nisa: 163).
5. Iman Kepada Hari Kiamat
Kita mengimani kebenaran hari akhirat, yaitu hari kiamat, yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut.
Untuk itu kita mengimani kebangkitan, yaitu dihidupannya semua mahkluk
yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu
Wa Ta’ala, yang artinya:”Dan ditiuuplah sangkakala, maka matilah siapa
yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki
Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka
bangkitmenunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)
Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap
manusia. Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang
mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Firman Allah
Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Adapun orang yang diberikan
kitabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan
pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang
sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya
dari belakang punggungnya, maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia
akan masuk neraka yang menyala.” (QS. Al-Insyiqaq: 13-14).
6. Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk
Kita juga mengimani qadar (takdir) , yang baik dan yang buruk; yaitu
ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai
dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya.
Iman kepada qadar ada empat tingkatan:
‘Ilmu
ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu,mengetahui
apa yang terjadi, dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi. Allah sama
sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidakmenjadi tahu dan sama
sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki.
Kitabah
ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang
terjadi sampai hari kiamat. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang
artinya: ”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang
ada di langit dan di bumi. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah
kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah
bagi Allah.” (QS. Al-Hajj: 70)
Masyi’ah
ialah mengimani
bawa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. telah menghendaki segala apa yang ada di
langit dan di bumi, tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan
kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa
yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.
Khal
Ialah
mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala. adalah pencipta segala sesuatu.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Alah menciptakan
segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nyalah
kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.” (QS. Az-Zumar: 62-63).
Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa
Ta’ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. Maka segala apa yang
dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan, perbuatan atau tindakan
meninggalkan, adalah diketahui, dicatat dan dikehendaki serta diciptakan
oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27717&catid=9