Social Icons

Pages

Selasa, 11 Februari 2014

Siwak





Habib Munzir Almusawa - Siwak

mengenai siwak, telah belasan hadits bahkan puluhan hadits shahih yg menyebutkan kemuliaannya, siwak pula menghapus dosa dosa di mulut kita, sebagaimana sabda Rasul saw : "Siwak adalah pensuci mulut dan hal yg dibenci oleh syaitan", dan pula siwak ini bila digunakan saat sebelum ibadah, maka baginya 70X lipat ibadahnya, sebagaimana hadits Rasul saw, "shalat dengan diawali siwak lebih mulia dari 70 shalat tanpa siwak".
maka fahamlah kita bahwa faedah siwak bukan hanya pembersih mulut semata, namun tersimpan rahasia kemuliaan sunnah Nabi saw.

mengenai penggantian siwak dengan sikat gigi, maka itu boleh boleh saja, namun hanya untuk satu faedah nya saja, yaitu pembersih mulut, namun sisa kemuliaan kemuliaan yg lainnya tak mungkin kita gantikan dengan sikat gigi dengan menafikan siwak, karena ini adalah pengingkaran terhadap sunnah sang Nabi saw, sebagaimana penjelasan beliau saw bahwa siwak itu adalah hal yg dibenci oleh syaitan, sedangkan kita memahami bahwa syaitan tak membenci sesuatu kecuali itu Ibadah yg berpahala besar.

sebagaimana shalat, memang salah satu faedahnya adalah gerakan gerakan yg menyegarkan otot dan tubuh, namun setelah kita memahami olah raga, maka tak mungkin kita menggantikan olah raga dengan menafikan shalat.

saran saya, dan juga yg saya amalkan, saya sikat gigi untuk membersihkan mulut, dan saya juga bersiwak untuk sunnah Muhammad saw.

mengenai naik onta itu sunnah, memang betul, namun tak ada hadits yg menjelaskan kemuliaan naik onta, he..he...he...

wallahu a'lam

mengenai penggunaan siwak Imam Ghazali menjelaskan bahwa penggunaan siwak dimulai dari bagian atas gigi tepat ditengah, lalu digeserkan kekanan sampai ujung geraham gigi kanan atas, lalu turun ke geraham gigi kanan bawah, lalu digeserkan ke posisi tengah gigi bagian bawah, lalu naik kembali ketengah atas, lalu digeserkan kekiri hingga ujung geraham kiri atas, lalu turun ke geraham kiri bawah, lalu digeserkan kedepan, untuk lebih jelasnya adalah bagaikan angka 8 yg ditdurkan, nah ini hitungan 1 X, dan sunnah bersiwak 3X.

mengenai siwak ini sunnah dicuci setiap kita wudhu, dan boleh juga selalu diganti ganti, ada yg seminggu sekali, ada yg sebulan sekali, ada yg setiap 3 hari ganti siwak.

bahkan ada yg menggantinya setiap hari, karena siwak yg masih baru dan pertama kali dipakai itu baik untuk dihisap getahnya, diriwayatkan dalam pengobatan alternatif bahwa getahnya itu menyembuhkan sakit maag (getah kayu siwak yg masih hijau dan belum kering).

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=515&catid=8

untuk cara bersiwak tidak ada ikhtilaf antara ulama, bahwa didalam kitab Syama'il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasul saw, bahwa Rasul saw bersiwak dg kayu araak, dan memulainya dari pertengahan, lalu kearah kanan lalu kekiri, demikian diulangi sebanyak 3 X.

Imam Ghazali rahimahullah melengkapi caranya, yaitu meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas, lalu mendorongnya kearah kanan sampai keujungnya,
lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung,
lalu mendorongnya kembali ketengah jajaran bawah,
lalu kembali naik ke tengah jajaran atas,
lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya,
lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung,
dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah.
untuk mudahnya anggap lah anda menulis angka delapan yg rebah.

Demikian ini untuk perhitungan 1X. lalu mengulanginya sampai 3X. inilah cara terbaik, namun cara apapun adalah sudah mendapatkan pahala sunnah.

sulit?, hai.. jangan lupa lho.. 70X lipat ibadah kita...!, satu kali anda bertasbih kepada Allah dg diawali siwak, maka dihitung 70X bertasbih..
shalat dg diawali siwak, akan terhitung 70X shalat,
dua rakaat shalat tahajjud diawali dg siwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud.. hebatkan?
Maha Suci Sang Maha Dermawan menempatkan curahan kedermawanannya pd segala hal.
wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=20&catid=8

Jumat, 07 Februari 2014

Mimpi Rasul Saw



Habib Munzir Almusawa :

saudaraku tercinta, boleh saya ceritakan mimpi saya sekitar 2 tahun yg lalu, saya melihat Rasul saw didalam kemah besar dan mewah, dan dihadapannya seperti ada bangunan bangunan yg sedang dibangun, hamba berpakaian lusuh dan kotor, kebetulan Rasul saw melihat hamba dan memanggil hamba, dg lembut dan tidak tega beliau saw berkata : wahai munzir, kau sudah kelelahan sekali bekerja dalam pembangunan ini, sudah, masuklah beristirahat di kemahku, lalu saya dibawa ke kemah beliau saw, saya berdiri dipintu kemah itu, saya melihat ada hidangan hidangan dan buah buahan, dan guru mulia ada didalamnya, lalu guru mulia melihat saya, dan berkata : wahai munzir, aku keluar dan masuk ke kemah ini dengan bebas, namun jika engkau masuk kesini, kau tak akan kembali lagi selama lamanya ke dunia, terserah padamu...

maka saya terdiam dan ragu untuk masuk, maka beberapa malaikat disekitar saya menghimbau saya untuk masuk kemah dan beristirahat, lalu malaikat Izrail as memegang kedua pundak saya dari belakang, dan berkata : mari kubimbing kau masuk..., pegangannya lembut saja, namun terasa seluruh urat tubuh saya sudah digenggamannya, maka saya menolak dan berkata : saya masih ingin bakti pada guru mulia membantu beliau..!
maka Rasul saw memberi isyarat pada malaikat Izrail as untuk melepaskan saya, lalu beliau saw berkata : tempatmu kelak disini wahai munzir, sekemah denganku, seatap denganku.., tinggal bersamaku, kau tak punya rumah di dunia dan akhirat, rumahmu bersamaku, seatap dg ku.. lalu saya terbangun.

beberapa bulan kemudian saya berjumpa lagi dg Rasul saw dalam mimpi dan beliau saw duduk berdambingan dg saya, seraya berkata : "sampai kapan kau menunda ajakanku wahai munzir..?, kupanggilkan izrail dan jibril untuk membawamu sekarang?, lalu saya menjawab : wahai Rasulullah, jikalah saya diizinkan Allah dan Rasul Nya, saya masih ingin membantu Guru saya.., maka Rasul saw tersenyum dan memegang rambut saya sedikit menjambaknya seperti ayah yg mempermainkan anak kecilnya, beliau berkata : tidak ada yg menolak undanganku kecuali orang orang aneh semacam mu wahai munzir.., lalu beliau saw berangkat dari duduknya sambil tersenyum dan pergi.

saya terus berdoa, jika saya masih diizinkan Allah swt untuk berumur panjang dan berbakti pada Allah dan Rasul Nya dalam dakwah yg dijalankan Guru mulia saya, maka saya meminta pada Allah umur panjang, namun jika kemangkatan saya lebih membawa manfaat maka saya memilih mangkat, Allah swt Maha Mampu membuat 1000 orang yg lebih baik dari hamba untuk membimbing ummat.

namun harapan saya, saya wafat setelah jakarta menjadi kota yg beriman, kalau kota demak disebut kota wali, maka saya bercita cita jakarta kota Sayyidina Muhammad saw, maksudnya kota yg beriman, rukun antar ummat beragama, musliminnya mayoritas baik dan tidak berpecah belah, akidah sudah suci dan tidak terkotori, dan Alhamdulillah semakin hari semakin berjuta ummat yg terbawa dalam dakwah keluhuran sang Nabi saw, namun untuk saat ini masih jauh dari target yg memuaskan kita, maka hamba berharap Allah swt belum mewafatkan hamba sampai cita cita hamba tercapai, amiin

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27918&catid=7

Kamis, 06 Februari 2014

Membaca Yasin Malam Jum'at





Habib Munzir Almusawa - Membaca Yasin Malam Jum'at

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai mereka itu sungguh berada dalam kemungkaran yg nyata, siapapula yg mengeluarkan larangan membaca Alqur'an di malam jumat..?, boleh Yaasiin atau boleh apapun dari ayat ALqur'an,

mereka mengatakan tak boleh ada dalil pengkhususan suatu ibadah disuatu hariatau waktu, darimana hukum ini muncul..?, hanya ada pada orang bodoh yg tak mengetti hadits, mereka itu tak tahu hadits, hanya tahu menukil nukil lalu mengatakan sesat pada orang lain..,

berikut riwayat shahih mengenai diperbolehkannya mengada ada kan suatu amal tanpa diperintah oleh Rasul saw :

diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba menambahi bacaan surat Al Ikhlas setelah fatihah, ia selalu selesai fatihah ia membaca surat Al Ikhlas dulu, baru surat lainnya, maka ia telah menyamakan fatihah dengan surat Al Ikhlas, ia membuat surat al ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya.
bukankah hal ini tak pernah diajarkan oleh Rasul saw..?

maka makmumnya protes, dan ia tetap bersikeras, maka ia dilaporkan pada Rasul saw, maka Rasul saw memanggilnya, dan menanyakan apa sebab perbuatannya itu..?

maka Imam Masjid Quba itu berkata : aku mencintai surat al ikhlas, maka aku tak mau melepasnya pada setiap rakaat.

maka Rasul saw menjawab : Cintamu pada surat al ikhlas akan membuatmu masuk sorga! (Shahih Bukhari Bab Adzan).

berkata AlHafidh Al Imam Ibn Hajar ALAsqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata : "pada riwayat ini menjadi dalil diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat Alqur'an dengan keinginan diri padanya, dan memperbanyaknya dg kemauan sendiri, dan tidak bisa dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya" (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan.

jelaslah sudah kebodohan akan ilmu hadits, bahwa Rasul saw tak pernah melarang seseorang mengkhususkan ALqur'an atau lainnya dari beragam ibadah untuk dibaca disuatu waktu atau tempat, bahkan jika hal itu karena cintanya pada ibadah itu maka itu akane membuatnya masuk sorga, demikian kabar gembira dari Rasulullah saw.

Sabda Rasulullah saw : Sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnnya adalah yg bertanya tentang sesuatu yg tak diharamkan, menjadi diharamkan Karena sebab pertanyaannya" (Shahih Muslim)

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=7&id=13709

Sabtu, 01 Februari 2014

Zuhud



Habib Munzir Almusawa - Zuhud

Zuhud adalah lepasnya sifat cinta keduniawian dari sanubari seseorang, ketahuilah zuhud bukanlah mesti miskin dan berpakaian kumal misalnya, Zuhud adalah masalah hati, seorang miskin dan papa namun hatinya menginginkan kemewahan, maka ia bukan orang yg zuhud, demikian pula seorang kaya raya, namun ia tak perduli dengan kekayaannya, ia berinfak kesana kemari menginfakkan harta dari usaha jerih payahnya tanpa perduli akan habis, maka ia adalah seorang yg zuhud.

Zuhud adalah hidup dengan kebutuhan yg sederhana padahal ia mampu hidup dengan kemewahan, misalnya ia makan makanan orang biasa dengan lauk pauk sama dengan orang orang umum padahal ia mampu makan di restoran termahal misalnya, namun ia memilih makan makanan buruh biasa, namun dalam bersedekah, ia limpahkan hartanya pada mereka sebanyak banyaknya.
Inilah sifat zuhud.

Wallahu a?lam

 
Blogger Templates