Social Icons

Pages

Selasa, 31 Desember 2013

MP3 CERAMAH HABIB MUNZIR ALMUSAWA





MP3 CERAMAH HABIB MUNZIR ALMUSAWA


Untuk Mendowload Tausyiah Habib Munzir Almusawa Klik Di Tulisan Angka  




2012-10-29 Pahala Menunggu Kebaikan                      5.0 MB 5.0 MB
2012-11-05 Berwudhu Saat Tergesa-gesa                    7.0 MB 7.1 MB
2012-11-19 Keutamaan Puasa Asyura (10 Muharram) 9.0 MB 9.0 MB
2012-11-26 Tarbiyah Dalam Keluarga                          7.8 MB 7.8 MB
2012-12-10 Pertanyaan di Dalam Kubur                      9.1 MB 9.3 MB
2012-12-17 Berwudhunya Rasulullah saw                     7.3 MB
2012-12-24 Bertabarruk                                               13.3 MB


Allah swt Mengharamkan Api Neraka Untuk Menyentuh Anggota Sujud7.6 MB 
Allah SWT Tidak Akan Mengecewakan Rasulullah saw6.4 MB 
Balasan Terhadap Pencuri4.7 MB 
Doa Cahaya5.2 MB 
Doa Sang Nabi saw Untuk Yang Sakit dan klarifikasi Peduli Palestina6.9 MB 
malam Lailatul Qadr5.1 MB 
Nabi saw Mi'raj Ke Langit6.2 MB 
Pahala Bagi Yang Memperbaiki Keislamannya7.1 MB 
Pahala Kemuliaan Bagi Yang Menunggu Suatu Kemuliaan6.6 MB 
perang Tabuk dan Kemuliaan Bulan Sya’ban9.9 MB 
Perbanyaklah Berdoa Ketika Bersama Para Shalihin5.7 MB 
Puasa Sunnah di Bulan Sya'ban6.3 MB 
Ridho Seorang Hamba6.3 MB 
Sempurnanya Iman Seorang Muslim6.6 MB 
Shalat Rasulullah Yang Terakhir Sebelum Wafat7.5 MB 
Shalatnya Rasulullah saw7.4 MB 
Sifat Penduduk Ahli Surga dan Neraka6.2 MB 
Tanda Munculnya Kemakmuran Bagi Muslimin-Muslimat9.3 MB 
Wali - Wali Allah swt 02-08-20107.2 MB 


ALLAH Bersama Hamba Yang Mengingat Dan Menyebut Nama Nya 06-04-2009 11.6 MB 
Allah Menyayangi Orang Yang Pemaaf 04-05-2009 3.5 MB 
ALLAH SWT Haramkan Api Neraka Menyentuh Anggota Sujud 13-07-2009 4.8 MB 
Amalan Yang Paling Dicintai Allah 05-01-2009 7.4 MB 
Belahan Jiwa Rasulullah SAW 30-03-2009 8.0 MB 
Berlindunglah pada Allah dari bisikan Syaitan 13-04-2009 5.2 MB 
Cahaya Keindahan ALLAH SWT 20-04-2009 3.5 MB 
Diturunkannya Cobaan Dan Anugerah 21-09-2009 6.2 MB 
Do'a Nabi SAW Ketika Sholat Tahajjud 11-05-2009 5.6 MB 
Do'a Nabi SAW Mohon Perlindungan Allah SWT 27-04-2009 7.2 MB 
Doa Sang Nabi SAW Untuk Yang Sakit 05-10-2009 5.6 MB 
Doa Sang Nabi Untuk Berlindung Kepada ALLAH SWT 12-10-2009 6.5 MB 
Dosa terbesar diantara muslim pd muslim lainnya 22-06-2009 7.0 MB 
Dua Kaki Yang Diharamkan Dari Neraka 09-02-09 7.4 MB 
Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan 14-09-2009 8.0 MB 
Ibadah Nabi SAW di Bulan Sya'ban 20-07-2009 5.0 MB 
Jadilah Kalian Bersaudara Sesama Hamba ALLAH SWT 25-05-2009 6.9 MB 
Janganlah Memaksakan Perjalanan Kecuali Pada Tiga Masjid 23-02-2009 6.0 MB 
Keadaan Jenazah Ketika Wafat 26-10-2009 7.8 MB 
Kedua Kaki Yang Di Haramkan Api Neraka 27-07-2009 5.3 MB 
Kemuliaan 10 Hari Dzulhijjah 23-11-2009 8.5 MB 
Kesaksian Orang Muslim Terhadap Seorang Jenazah 09-03-2009 6.3 MB 
Keutamaan Sedekah 21-12-2009 8.2 MB 
Keutamaan Sholat Subuh & Ashar 14-12-2009 5.5 MB 
Lima Kelompok Golongan Syuhada 02-02-2009 5.8 MB 
Malam Lailatul Qadar 07-09-2009 8.5 MB 
Pahala Sedekah Bagi Orang Yang Telah Wafat 16-03-2009 6.0 MB 
Penduduk Ahli Sorga 31-08-2009 7.5 MB 
Penjagaan Dan Kasih Sayang ALLAH SWT Kepada Rasul SAW 09-11-2009 4.9 MB 
Puasa Adalah Benteng Penghalang 17-08-2009 6.0 MB 
Rahasia ALLAH SWT Yang Ada Pada Madu 01-06-2009 5.7 MB 
Rahasia Kedua Sayap Seekor Lalat 18-05-2009 6.1 MB 
Raja Dari Semua Istighfar 28-09-2009 7.6 MB 
RASUL SAW Lebih Utama Dari Setiap Orang Beriman 06-07-2009 4.7 MB 
Sebesar-Besarnya Kejahatan Diantara Muslimin 19-10-2009 7.6 MB 
Semua Hal Yang Haram, Halal Dan Syubhat 29-06-2009 6.1 MB 
Siwak Membawa Keridhoan Allah 16-02-2009 6.5 MB 
Terbuka Dan Tertutupnya Pintu Sorga Dan Neraka 24-08-2009 6.6 MB 
Tiga Hal Manisnya Iman 08-06-2009 7.0 MB 
Tiga Hal Untuk Merasakan Lezatnya Iman 07-12-2009 7.8 MB 
Tujuh Kelompok Yang Dinaungi Allah 19-01-2009 7.1 MB 
Ucapan Subhanallahi Wabihamdih Peruntuh Dosa - Dosa 02-03-2009 8.7 MB 
Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian 23-03-2009 8.7 M











2013-01-07 DOA KETIKA BERSAMA SUAMI ISTRI7.0 MB 
2013-01-14 Mendahulukan Bagian Yang Kanan5.4 MB 
2013-01-21 Syahid Di Kota Madinah5.2 MB 
2013-01-28 Cemburunya Allah SWT6.7 MB 
2013-02-04 Makna Kata Alhamdulillah6.3 MB 
2013-02-11 Sifat Cemburu Allah SWT Dan Rasul SAW7.8 MB 

Sabtu, 28 Desember 2013

Adab Berziarah



Habib Munzir Almusawa - Adab Berziarah

Saudaraku yg kumuliakan,
berziarah yg dipentingkan adalah kekuatan niat dan cinta kita pada para shalihin itu, dan adab kesopanan saat ziarah, misalnya tidak bercanda, tidak berbuat hal yg buruk, seperti marah, mencaci, berteriak, karena ahlulkubur hidup didalam alam barzakh dan menjawab salam kita dan mendengar ucapan kita, sebagaiman banyak sekali hadits shahih yg menjelaskan bahwa mereka mendengar, namun kita tak mendengar mereka.

maka saat berziarah ke makam shalihin atau para wali Allah, anggaplah dan yakinlah bahwa mereka itu hidup, seakan kita mendatangi mereka dalam keadaan hidup, tentunya beradab sopan yg baik, berdoa dan mendoakan mereka, dan membawakan hadiah untuk mereka sebagaimana tamu yg baik akan datang membawa hadiah untuk yg dikunjungi, demikian pula kita berziarah ke makam mereka, tentunya mereka tak butuh hadiah harta atau makanan atau benda, namun mereka akan senang jika dikirimi hadiah doa, fatihah, atau bacaan lain yg diniatkan pahalanya untuk mereka, maka itu hadiah bagi mereka yg menggembirakan mereka.

sebagaimana hadits shahih mnenjelaskan bahwa Ahlulkubur gembira dengan kerabatnya yg datang menziarahinya, lebih lagi jika pada para shalihin.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

salam rindu

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=7&id=23825

Biografi dan Silsilah Habib Munzir Almusawa



Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat.
Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum'at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari?ah Islamiyah di Ma;had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari;ah ke Ma;had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.
Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Kini majlis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta pusat, saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:
jawa barat :
Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.
Jawa tengah :
Slawi Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang,
Jawa timur :
Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.
Bali :
Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.
NTB
Mataram Ampenan
Luar Negeri :
Singapura, Johor, Kualalumpur.
namun kini kesemua kunjungan keluar jakarta telah saya cukupkan setahun sekali dengan perintah Guru saya.
Dan saya pun telah menjadi Narasumber di beberapa stasion TV swasta, yaitu di Indosiar untuk acara Embun Pagi tayangan 27 menit, di ANTV untuk acara Mutiara Pagi tayangan 27menit, RCTI, TPI, Trans TV dan La TV.

saya membina puluhan majelis di jakarta, yg kesemuanya mendapat giliran jadwal kunjungan sebulan sekali, selain Majelis Induk di Masjid Almunawar Pancoran jakarta selatan yg diadakan setiap senin malam dan setiap malam jumat di kediaman saya, maka padatlah jadwal saya setiap malamnya sebulan penuh, namun tuntutan dari wilayah wilayah baru terus mendesak saya, maka saya terus berusaha memberi kesempatan kunjungan walaupun dg keterbatasan waktu.
Email pribadi saya : munziralmusawa@yahoo.com
Demikianlah sekilas dari Biografi saya, untuk memperjelas gerakan dakwah yang saya jalankan, semoga limpahan rahmat Allah swt bagi mereka yang berminat menerima seruan seruan Kelembutan Allah swt, Amin Allahumma Amin.
Demikian Biografi ini saya buat,

Hormat Saya,

Khadim Majelis Rasulullah saw
(Munzir Almusawa) 



 Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Almusawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali' Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqibm Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin ALi Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul saw.





Habib Munzir Almusawa - Sanad Keguruan

terus terang saja saya malu sekali menuliskan sanad guru guru saya, karena saya ini belum pantas menjadi murid mereka, mereka semua adalah orang orang shalih, 'alim, hafidh Alqur'an, Ahlulkhusyu, Ahlussujuud, jauh berbeda dengan kantong dosa penyakitan yg bernama munzir ini, namun saya akan berdosa pula bila menyembunyikan sanad guru guru mulia ini.

Guru saya : Al Allamah Al habib Umar bin hafidh,
dari gurunya : Al Allamah Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,
dari gurunya Al Allamah Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri,
dari gurunya Al Allamah Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi (simtuddurar),
dari gurunya Al Allamah Alhabib Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa),
dari gurunya Al Allamah Alhabib Abdullah bin Husein bin Thohir,
dari gurunya Al Allamah Alhabib Umar bin Seggaf Assegaf ,
dari gurunya Al Allamah Alhabib Hamid bin Umar Ba?alawiy,
dari gurunya Al Allamah Alhabib Ahmad bin Zein Alhabsyi,
dari gurunya Al Allamah Alhabib Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib), dari gurunya Al Allamah Alhabib Umar bin Abdurrahman Alattas (Shohiburratib), dari gurunya Al Allamah Alhabib Husein bin Abubakar bin Salim,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud),
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin),
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Ali bin Abubakar (assakraan), dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Muhammad Mauladdawilah, dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Alhabib Ali bin Alwi Alghayur,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba;alawiy,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Ali bin Muhammad Shahib Marbath, dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Ali Khali' Qasam bin Alwi,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Alwi bin Muhammad,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Muhammd bin Alwi,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Alwi bin Ubaidillah, dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Al
muhajir,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Isa Arruumiy bin Muhammad Annaqib,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Ali Al Ureidhiy bin Jakfar Asshadiq,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Ali Zainal abidin Assajjad,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Husein ra,
dari ayahnya sekaligus gurunya Al Allamah Al Imam Ali bin Abi Thalib kw dan para sahabat lainnya radhiyallahu ;anhum,
dari Guru mulia tertinggi dari semua guru Sayyidina Rasulillah saw.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=2926&catid=8




Mencari/Memilih Guru



Habib Munzir Almusawa - Mencari/Memilih Guru/Thariqah

Saudariku yg kumuliakan,
dalam hal ini, hendaknya kita memang perlu selektif memilih guru, carilah yg terbaik, yg paling dalam ilmu syariahnya, yg paling shalih. yg paling sopan, yg paling berakhlak, dan kalau ada maka yg memiliki sanad keguruan pada para Imam Imam hingga Rasul saw, kalau bisa kita tahu ia murid siapa, dan bagaimana gurunya?, dan apakah ia memanut gurunya atau tidak.

namun dimasa kini sulit mencari guru seperti itu, jika tak ada yg seperti demikian itu, maka belajar boleh dari siapapun, bahkan orang fasiq, orang dhalim, boleh boleh saja, karena kita tidak menemukan pengajar yg mumpuni, maka ambillah ilmu yg bermanfaat darinya dan tinggalkan perbuatan buruknya.

namun, jika ia mengajarkan untuk berbuat dosa, mengajarkan menggunjing, mengajarkan keburukan, maka hindarilah sejauh jauhnya dan doakan, tapi jika ia berbuat aib pd dirinya, tidak mengajarkan berbuat dosa pada orang lain, maka tentunya semua manusia tak ada yg sempurna dari dosa kecuali para nabi dan Rasul.

saran saya, jika cuma aibnya ia suka menggunjing, tulislah surat tanpa nama, untuk menegurnya, jika ia berubah, maka sdri mendapat pahala luhur, jika tak berubah, saudari sudah lepas dari tanggungjawab.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=8&id=25483

Saudaraku yg kumuliakan,
Thariqah adalah suatu metode untuk mencapai kekhusyuan pada Allah swt, anda boleh memilih thariqah yg mana saja, namun yg terpenting adalah melihat dulu pada mursyid atau gurunya, apakah ia mengerti syariah?, apakah ia mengamalkan sunnah?, tidak cukup hanya berpakaian islami dan rajin shalat, namun mesti berilmu syariah, memahami fiqih, hadits, tafsir, dan ia adalah Kyai atau guru yg dikenal banyak ulama bahwa ia ulama yg baik dan shalih,

setelah itu anda boleh kritis dengan memperhatikan gerak geriknya, bukan anda mencari aib, namun seakan anda akan naik sebuah kapal menyeberangi samudra yg sedang badai dimalam hari, mestilah anda berhati hati dan tidak naik sembarang kapal, bagaimana nakhodanya, apakah kapal ini terpercaya masih baik, dan demikian pertimbangan yg banyak mesti kita ambil, karena ia akan menjadi pembimbing anda menuju Allah swt, atau menuju kemurkaan dan kebatilan..

nah.. hati hatilah saudaraku, setelah anda mendapat hal ini maka bolehlah masuk pada suatu thariqahnya, dan jika ada hal yg dirasa bertentangan sdg syariah maka segeralah bertanya, jika malu bertanya langsung maka lewat email atau sms atau surat, jangan sampai ada hal yg mungkar yg anda ikuti,

jika ia bisa menjelaskan hal itu maka anda tenang kembali dan lanjut..

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=17291&catid=7

Jumat, 20 Desember 2013

Tasawwuf



Habib Munzir Almusawa - Tasawwuf

Saudaraku yg kumuliakan,
Tasawwuf berawal dari kalimat shafa, tasyawwafa, tashawwuf, yaitu suci, kesucian, tuntunan kesucian.

Tasawwuf adalah tuntunan mencapai keridhoan Allah swt dg kesucian hati, Rasul saw adalah Imam semua ahli tasawwuf, dan setiap muslim harus mempunyai pengetahuan tasawwuf, jika tidak maka dipastikan ia tak akan sampai pada keridhoan Allah.

fiqih adalah ilmu yg mengajarkan cara cara ibadah, hukum hukumnya dan pembahasannya, namun ibadah akan percuma jika tidak didasari niat yg baik, dan niat baik adalah bagian dari tasawwuf.

misalnya seseorang shalat melakukan dg rukun yg benar, syarat yg benar, namun ia shalat bukan karena Allah, hatinya ragu bahwa Allah itu ada, maka apa gunanya shalatnya dan ibadahnya?

tasawwuf adalah ilmu yg menuntun kesucian hati dan iman,

setinggi apapun ilmu seseorang dalam syariah ia akan menjadi fasiq jika tak memiliki kesucian hati dan iman.

Iman adalah tasawwuf, sebagaimanba rukun Iman, percaya pada Allah, percaya pada kitab kitab Allah, percaya pada Rasul Rasul Allah, percaya pada malaikat malaikat Allah, percaya pada Qadha dan Qadar adalah dari Allah, percaya pada hari kiamat.

semua rukun iman itu tidak terlihat, hanya kitab Alqur'an yg jelas diketahui, sisanya kitab kitab Allah lainnya kita tak pernah melihatnya, kita tidak melihat Allah, kita tidak melihat malaikat, kita tak bertemu semua para nabi, kita tak melihat sorga dan neraka, kita tak melihat hari kiamat,

itu semua hanya bisa dipercaya dengan tasawwuf, kesucian hati dan keimanan kita.

seseorang yg mengamalkan syariah tetap bisa terjebak dalam kemurkaan Allah, misalnya seorang pria yg menikah tanpa restu ayah ibunya, tentunya secara syariah akad nikahnya sah, namun tentunya ia terkena durhaka pada ayah bundanya, jika ia tak memiliki dasar tasawwuf (iman) maka ia tak akan perduli pada restu dan ridho ayah bundanya,

contoh lain jika seorang yg mengumpuli istrinya di siang hari ramadhan maka ia mesti puasa dua bulan berturut turut, maka jika ia ahli fiqih, ia bisa saja mencari cara supaya bisa jimak dg istrinya dengan hanya membayar qadha puasa satu hari,

bagaimana ?

ia batalkan dulu puasanya, dengan makan atau minum, lalu baru berjimak bersama istrinya, maka ia hanya wajib membayar puasa satu hari saja, hal ini benar secara syariah, namun ia akan terkena kemurkaan Allah karena berusaha menipu Allah swt tanpa ia sadari, padahal Allah Maha Tahu niatnya.

atau misalnya pemalsuan tanah milik, sang pemilik asli misalnya tak punya bukti/saksi bahwa tanahnya itu miliknya, lalu datang orang lain membawa dua saksi yg bersumpah bahwa tanah itu milik orang lain itu, maka hakim mesti menjatuhkan hukum bahwa tanah itu milik si pendusta, dan si pemilik tanah yg asli akan dikalahkan dalam hukum, walaupun misalnya hakim tahu betul bahwa orang ini menipu, namun hukum tetap hukum,

demikianlah syariah jika tak memakai kesucian iman (tasawwuf).

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=0&func=view&id=19556&catid=7

Selasa, 17 Desember 2013

Taqlid



Habib Munzir Almusawa - Taqlid

mengenai "Taqlid" ini,justru dasar dari agama ini adalah Taqlid, karena taqlid berarti mengikuti atau memanut, namun orang orang wahabi memang tak mau memanut pada guru guru yg mempunyai sanad hingga Rasul saw, karena memang mereka tak punya guru, sanad mereka terputus.

maka mereka mengingkari taqlid, mereka lebih senang melihat dalil dari buku daripada taqlid kepada guru, padahal mencari dalil dari buku bukanlah sunnah, dan asal muasalnya iman dan syariah ini berdasarkan Taqlid sahabat pada nabi saw, lalu para tabi'in bertaqlid kepada sahabat, lalu tabi' tabiin bertaqlid kepada tabi'in, demikian seterusnya dari guru ke muridnya hingga kini.

maka mestilah kita mengikuti cara rasul saw yaitu bertaqlid kepada guru kita, dan lebih baik juga kalau tahu dalilnya,

namun disaat kita tak menemukan guru yg merupakan Ulama yg mengamalkan ilmunya, dan kita tak menemukan guru yg mempunyai sanad guru kepada nabi saw, maka kita tak boleh taqlid (memanut) kepada sembarang orang sebelum mengetahui dalilnya, karena bisa saja orang itu menipu, atau tak tahu apa apa, maka taqlid kita batil.

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=9&id=4798

taqlid kepada ulama adalah hal yg masyru dan justru demikianlah syariah ini berlaku, demikian para sahabat radhiyallahu 'anhum, demikian para tabiin, para imam imam dst,

cuma segolongan wahabi masa kini mereka mencela taqlid, padahal taqlid adalah asal muasal tersebarnya syariah.

yg dilarang adalah Taqlid buta, yaitu asal ikut aja tanpa tahu orang yg diikuti itu muslim atau non muslim, munafik atau baik,

namun taqlid pada ulama adalah justru kebenaran, karena dimasa lalu pun demikian, para sahabat bertaqlid pada sahabat lainnya, aku bertaqlid pada Ibn Umar, aku bertaqlid pada Ibn Abbas, aku melihat Ustman bin affan berbuat demikian, aku lihat Imam Syafii berbuat demikian, aku lihat Imam Nawawi melakukan demikian,

hal hal seperti ini adalah dalil kuat, demikian dalam syariah kita, demikian ditemukan di shahih bukhari, shahih muslim dan seluruh riwayat syariah kita.

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=8&id=20245
 
Blogger Templates