Social Icons

Pages

Senin, 18 November 2013

Cara Mendidik Anak



Habib Munzir Almusawa - Cara Mendidik Anak

saudaraku yg kumuliakan,
didiklah putra anda secara bathin dan dhahir, yaitu dengan mengajarkan lafadh yg pertama diucapkannya adalah lafadh ALLAH, sebelum lafadh MAMA atau PAPA, hal hal semacam itu tampaknya remeh namun merupakan suatu keluhuran yg sangat bermanfaat baginya kelak, dan sering seringlah ia diikutkan dalam ibadah, misalnya saat ibunya atau anda mengaji, biarkan ia bermain disekitar kita, hingga suara Alqur'an terus mewarnai aliran darahnya, dan bila kebetulan orang tuanya tahajjud atau lainnya, biarkan anak itu dekat padanya hingga ia tertular cahaya sujud.

hal hal semacam ini merupakan hal mulia yg akan mempengaruhi pertumbuhan iman sang anak, lalu mulailah bila ia beranjak besar untuk sering mengajaknya ke majelis majelis taklim, atau melihat vcd majelis taklim, yg jelas hal hal yg mempengaruhi panca inderanya kepada kemuliaan.

kira kira kiat seperti itulah yg disarankan untuk membantu menjaga sang anak agar selalu dalam jalur hidayah.

terimakasih atas doanya saudaraku, beribu maaf saya lambat menjawab, mengenai doa untuk anak anak saya, saya jarang menggunakan lafadz, saya hanya memandangi mereka dg kasih sayang, sambil hati bagai terbakar dg dahsyatnya permohonan pd Allah agar anak ini dijadikan kesayangan Allah dan Rasul Nya, juga saat dari kejauhan, jika teringat pd anak anak saya maka doa dalam hati saya selalu memohon pada Allah seperti itu, hal itu mujarab, anak anak menjadi berubah sifat2nya, suka mimpi Rasul saw, taat pada saya, budi luhur dan ucapan ucapan indah yg mengagumkan sering keluar dari ucapan mereka dan perbuatan mereka,

misalnya tiba tiba mereka bangun malam dan tahajjud sendiri, padahal masih 6 tahun, atau tiba tiba tidak mau makan karena ingin puasa, lalu sorenya sudah kelaparan dan akhirnya makan juga, setelah makan mereka menangis karena menyesal membatalkan puasa,

dan mereka jika saya dirumah, berdesakan mau shalat jamaah dg saya, anak saya yg terkecil, hasan, usianya 6 tahun, jika shalat subuh terlambat satu rakaat saja berjamaah dg saya, ia menangis, marah, dan murung, kesal, subhanallah, padahal saya tak pernah menghardiknya atau memerintahkannya shalat harus dari awal rakaat berjamaah dg saya, tapi perasaan itu muncul begitu saja dari anugerah Allah swt, tentunya sebab doa.

demikian saudarakku yg kumuliakan,

wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=7&id=25134

Tidak ada komentar:

 
Blogger Templates